Hasil UN Kota Padang Melorot, Eks Walikota Berang

Padang, Obsessionnews - Hasil Ujian Nasional (UN) siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) di Sumatera Barat (Sumbar) tahun 2015 menunjukkan bahwa peringkat Kota Padang menurun dari tahun 2014. Penurunan itu dinilai cukup signifikan, dari peringkat pertama se-Sumbar menjadi peringkat enam. Peringkat yang diraih Kota Padang, jauh di bawah rata-rata Kabupaten Pesisir Selatan dan sedikit berada diatas peringkat Kabupaten 50 Kota yang berada diperingkat tujuh. Kondisi yang terjadi, boleh jadi orang yang pertama kecewa dengan hasil UN tahun 2015 adalah mantan Walikota Padang, Fauzi Bahar. "Melorot jauh itu dari rangking satu ke rangking enam. Dari rangking satu ke rangking tiga, masih saya tolelir itu. Ini dari rangking satu ke enam atau tujuh, ada sesuatu yang fatal dalam dunia pendidikan," kata Fauzi Bahar saat diminta pendapatnya sekaitan penurunan hasil UN Kota Padang tahun 2015, Jumat (22/5).
Ia tidak ingin karena sesuatu hal mengakibatkan dunia pendidikan menjadi korban. "Jangan karena sesuatu dikorbankan pendidikan," ujar Fauzi Bahar. Menurut Fauzi Bahar penurunan hasil UN Kota Padang tahun ini salah satunya karena pembinaan karakter siswa korang optimal. "Tidak gampang meletakkan pendidikan dalam sebuah pembangunan sumberdaya manusia. Ibarat pepatah, serahkan sesuatu pada ahlinya," ujar Fauzi. Berdasarkan hasil UN tingkat SMA/MA tahun 2015, peringkat kota Padang menurun dari peringkat satu se Sumbar tahun 2014 lalu menjadi peringkat enam dengan nilai rata-rata 65,10 untuk jurusan IPA dan IPS.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumbar yang diperoleh Obsessionnews.com, peringkat pertama diraih Kabupaten Pesisir Selatan dengan nilai rata-rata 73,64 dan disusul Kota Bukittinggi dengan nilai rata-rata 68,23. Peringkat ketiga dan ke empat, masing-masing Kota Payakumbuh dengan nilai rata-rata 65,45 dan Kota Sawahlunto dengan nilai rata-rata 65,40. Kemudian, Kota Padang Panjang bertengger di urutan ke lima dengan nilai rata-rata 65,16 dan peringkat ke enam baru Kota Padang. Dominasi Kota Padang yang berada pada peringkat pertama selama dua tahun berturut-turut, tahun ini turun ke peringkat enam, bahkan jauh dari nilai rata-rata yang berhadil diraih Kabupaten Pesisir Selatan. (Musthafa Ritonga)
Ia tidak ingin karena sesuatu hal mengakibatkan dunia pendidikan menjadi korban. "Jangan karena sesuatu dikorbankan pendidikan," ujar Fauzi Bahar. Menurut Fauzi Bahar penurunan hasil UN Kota Padang tahun ini salah satunya karena pembinaan karakter siswa korang optimal. "Tidak gampang meletakkan pendidikan dalam sebuah pembangunan sumberdaya manusia. Ibarat pepatah, serahkan sesuatu pada ahlinya," ujar Fauzi. Berdasarkan hasil UN tingkat SMA/MA tahun 2015, peringkat kota Padang menurun dari peringkat satu se Sumbar tahun 2014 lalu menjadi peringkat enam dengan nilai rata-rata 65,10 untuk jurusan IPA dan IPS.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumbar yang diperoleh Obsessionnews.com, peringkat pertama diraih Kabupaten Pesisir Selatan dengan nilai rata-rata 73,64 dan disusul Kota Bukittinggi dengan nilai rata-rata 68,23. Peringkat ketiga dan ke empat, masing-masing Kota Payakumbuh dengan nilai rata-rata 65,45 dan Kota Sawahlunto dengan nilai rata-rata 65,40. Kemudian, Kota Padang Panjang bertengger di urutan ke lima dengan nilai rata-rata 65,16 dan peringkat ke enam baru Kota Padang. Dominasi Kota Padang yang berada pada peringkat pertama selama dua tahun berturut-turut, tahun ini turun ke peringkat enam, bahkan jauh dari nilai rata-rata yang berhadil diraih Kabupaten Pesisir Selatan. (Musthafa Ritonga) 




























