Buku 'WonderfulLife' Soal Kekuatan Ibu & Anak Diluncurkan

Jakarta, Obsessionnews – Buku berjudul “Wonderfull life, mom & kids collaboration”, karya Amalia Prabowo & Aqillurachman A.H.Prabowo diluncurkan Kamis malam (21/5/2015) di GOETHE HAUS Jl. Sam Ratulangi Menteng, Jakarta Pusat. Isi buku tersebut menceritakan hubungan anak dengan orang tua harus seimbang dan bagaimana mengasah bakat anak menjadi anak yang berprestasi, yang bermasa depan cerah. “Ini pelajaran buat orang tua, tidak boleh memaksakan kehendak anak. Ini pencapaian luar biasa antara Amelia dan anaknya (Aqil). Bagi Akil mengambar itu menyenangkan,” kata moderator menjelaskan tentang isi buku “Wonderfull life” kepada audience. Aqillurachman A.H.Prabowo yang panggilan akrabnya Aqil, kini berusia 10 tahun, siapa tak sangka, bocah yang melahirkan karya-karya indah melalui gambar ini di sekolah ia mengalami kesulitan membaca dan menulis serta berhitung. “Pada dasarnya, saya dididik harus sekolah dan berpendidikan tinggi. Guru Akil pernah menyampaikan kalau Aqil kesulitan menulis, membaca dan berhitung,” ujar penulis Amelia Prabowo yang merupakan ibu dari Aqil. Apa yang disampaikan oleh guru Aqil membuat Amelia Prabowo mendatangi psikolog agar permasalahan Aqil dan mencari solusi agar menjadi anak yang berprestasi. “Setelah itu, akhirnya saya ke psikolog Linda, lalu saya sebagai orang tua dites terlebih dahulu, karena dalam mendidik anak ibu diharuskan tidak mempunyai persoalan alias ibu harus bahagia,” ucap Amelia kembali. Lalu, Amelia mulai mencari bakat apa yang dimiliki oleh Aqil. “Teryata mencari sukanya dimana perlu waktu. Pertama menyanyi, bulutangkis, ikut aikido, lalu melukis. Dalam satu tahun baru ketahuan, ternyata ia (Aqil) senang menggambar (melukis),” tutur Amelia.
Sementara itu Aqil menjelaskan ia sangat tertarik menggambar yang penuh imaginasi. “Pertama dulu disuruh ama dokter gambar. Tapi gambarnya biasa saja. Lalu bosen, terus aku pengen yang seru dan ada binatang,” ucap Aqil polos. “Dibayangan saya gambarnya itu hidup. Lalu idenya yang banyak dari hutan, disekitar rumah, ditv juga ada ide binatang seperti film kartun,” ungkap Aqil yang karyanya ini telah dilirik oleh produser film Handoko dan artis Atiqah Hasiholan. Buku ini menyampaikan pesan, beranilah berubah! Bukalah hati anda. Hidupkan kembali kejahilan dan keunikan pribadi anda dimasa muda. Niscaya anda bersama anak-anak anda menjadi sebuah tim yang kompak dan ceria. Buku ini juga menceritakan jalan hidup Amalia Prabowo terasa runtuh ketika tahu putra sulungnya Aqil menyandang disleksi.Perempuan dengan pendidikan dan karir cemerlang ini harus berlapang dada ketika mengetahui putranya tak akan mampu meraih prestasi akademis. Aqil tidak hanya kesulitan dalam menghapal kata dan merangkai kalimat, tapi juga membacam menulis dan berhitung. Tak mau menyerah pada nasib, Amalia berusaha masuk ke dunia Aqil. Berbekal kesabaran, kemauan untuk mendengar dan memahami, Amalia akhirnya menemukan dunia yang penuh warna, imaginasi, dan kegembiraan. Dunia yang menggugah secara total kehidupan pribadi dan keluarganya. Dalam peluncuran buku tersebut juga dihiasi pagelaran yang menampilkan lagu "Johny said no" , lagu soleram dan lain-lain. Ini merupakan pertunjukan karya anak muda yang tak hobby ke kafe tapi menari dari Sangagar tari suara lokal. (Popi Rahim)
Sementara itu Aqil menjelaskan ia sangat tertarik menggambar yang penuh imaginasi. “Pertama dulu disuruh ama dokter gambar. Tapi gambarnya biasa saja. Lalu bosen, terus aku pengen yang seru dan ada binatang,” ucap Aqil polos. “Dibayangan saya gambarnya itu hidup. Lalu idenya yang banyak dari hutan, disekitar rumah, ditv juga ada ide binatang seperti film kartun,” ungkap Aqil yang karyanya ini telah dilirik oleh produser film Handoko dan artis Atiqah Hasiholan. Buku ini menyampaikan pesan, beranilah berubah! Bukalah hati anda. Hidupkan kembali kejahilan dan keunikan pribadi anda dimasa muda. Niscaya anda bersama anak-anak anda menjadi sebuah tim yang kompak dan ceria. Buku ini juga menceritakan jalan hidup Amalia Prabowo terasa runtuh ketika tahu putra sulungnya Aqil menyandang disleksi.Perempuan dengan pendidikan dan karir cemerlang ini harus berlapang dada ketika mengetahui putranya tak akan mampu meraih prestasi akademis. Aqil tidak hanya kesulitan dalam menghapal kata dan merangkai kalimat, tapi juga membacam menulis dan berhitung. Tak mau menyerah pada nasib, Amalia berusaha masuk ke dunia Aqil. Berbekal kesabaran, kemauan untuk mendengar dan memahami, Amalia akhirnya menemukan dunia yang penuh warna, imaginasi, dan kegembiraan. Dunia yang menggugah secara total kehidupan pribadi dan keluarganya. Dalam peluncuran buku tersebut juga dihiasi pagelaran yang menampilkan lagu "Johny said no" , lagu soleram dan lain-lain. Ini merupakan pertunjukan karya anak muda yang tak hobby ke kafe tapi menari dari Sangagar tari suara lokal. (Popi Rahim) 




























