Sebelum Digusur, Warga Ciliwung DKI Disiapkan Rusunawa

Jakarta, Obsessionnews - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidajat memberikan Kebijakan relokasi warga bantaran Sungai Ciliwung di Pinangsia dan Ancol untuk mengatasi persoalan banjir di Ibukota. Warga pun diminta tidak khawatir nasibnya akan sengsara, karena Pemprov DKI akan menyiapkan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) sebelum rumahnya dibongkar. "Pemerintah tidak akan punya niat untuk sengsarakan rakyat. Tapi, pemerintah juga akan didik warga yang nakal. Kalau pun kami gusur pada lahan bukan milik kalian, kami siapkan tempat pengganti," kata Djarot Saiful Hidajat, Wakil Gubernur DKI Jakarta, kepada perwakilan warga bantaran Sungai Ciliwung, Pinangsia dan Ancol di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (22/5). Namun, warga dari bantaran Sungai Ciliwung melakukan penolakan relokasi dengan aksi demonstrasi dengan melibatkan sekitar 20-an siswa-siswi sekolah dasar berseragam lengkapikut berdemo sambil membawa spanduk 'Orang Kaya Dilindungi, Orang Miskin Digusur' di depan Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan. Melihat kejadian tersebut, Djarot langsung meminta perwakilan pendemo untuk bertemu. Namun mantan Walikota Blitar ini belum mengetahui tuntutan yang disampaikan oleh warga. "Jangan jadi kebiasaan demo ngajak anak kecil. Ini tak suruh langsung naik. Daripada dia teriak-teriak saya suruh masuk saja. Tuntutannya saya belum tahu," ucapnya. Djarot pun meminta kepada warga untuk tidak kembali berdemo. Dirinya berjanji akan melihat langsung ke lapangan dalam waktu dekat. Terlebih, pada aksi demo kali ini, warga membawa anak-anak. Menurut Djarot, cara yang dilakukan warga dengan membawa anak-anak untuk ikut berdemo kurang baik. Hal itu bisa dikatakan sebagai eksploitasi. "Saya tidak suka demo bawa anak kecil atau lansia. Sering kita temukan di lapangan mereka selain ada rumah di bantaran kali, tapi juga punya rumah di lokasi lain," katanya. (Herdianto)





























