KJP Dianggarkan Rp3 Triliun untuk 612 Ribu Siswa

KJP Dianggarkan Rp3 Triliun untuk 612 Ribu Siswa
Jakarta, Obsessionnews - Berdasarkan Rancangan APBD tahun 2015, anggaran pemberian KJP sebesar Rp3 Triliun ditujukan bagi 612.000 calon penerima dengan jenjang pendidikan SD, MI, SDLB, SMP, MTs, SMPLB, SMA, MA, SMALB dan PKBM, baik negeri maupun swasta dengan estimasi penerima KJP tahun 2014 sebanyak 572.000 dan estimasi penambahan jumlah calon penerima sebanyak 39.000 penerima KJP naik 7,6%. "Sesuai dengan pendataan yang telah dilakukan secara online oleh masing-masing sekolah melalui situs http://kjp.disdikdki.info yang berakhir pada Februari 2015, jumlah calon penerima KJP tahun 2015 berjumlah 489.150 siswa. Terdiri dari 291.900 (59,67%) calon penerima KJP dari sekolah negeri dan 197.250 (40,33%) calon penerima dari sekolah swasta," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Arie Budhiman di Jakarta, Kamis (21/5/2015). Jumlah calon penerima KJP tahun 2015 mengalami penurunan sekitar 20,07% dari estimasi awal. Penyebabnya antara lain pendataan dilakukan secara menyeluruh dan selektif dengan menggunakan NIK (Nomor Induk Kependudukan) sehingga dihasilkan data calon penerima yang tepat sasaran, serta mengurangi terjadinya duplikasi penerima KJP. "Turun dari estimasi awal, karena kita data melalui NIK sehingga KJP tepat sasaran dan tidak terjadi kecurangan kepada penerima KJP," ujarnya. Selanjutnya, lanjut dia, KJP akan mengalami evaluasi yang dilakukan sebulan sekali oleh Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan Bank DKI, kemudian setiap tiga bulan sekali oleh Bank Dunia dan setiap setahun sekali oleh BPS dan akademisi. (Herdianto) [caption id="attachment_40324" align="alignnone" width="621"]Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Arie Budhiman memberikan sambutan serta membuka acara tentang Sosialisasi Pencairan Dana Kartu Jakarta Pintar (KJP) di SMK 56 Pluit, Jakarta Utara, Kamis (21/5). Tujuan sosialisasi ini agar semua informasi tentang perubahan pencairan dana KJP tersampaikan dengan baik. Foto: Edwin B/Obsessionnews Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Arie Budhiman memberikan sambutan serta membuka acara tentang Sosialisasi Pencairan Dana Kartu Jakarta Pintar (KJP) di SMK 56 Pluit, Jakarta Utara, Kamis (21/5). Tujuan sosialisasi ini agar semua informasi tentang perubahan pencairan dana KJP tersampaikan dengan baik. Foto: Edwin B/Obsessionnews[/caption]   [caption id="attachment_40325" align="alignnone" width="640"]Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Arie Budhiman, Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono melakukan penandatanganan kerjasama terkait dengan Dana Kartu Jakarta Pintar (KJP) di SMK 56 Pluit, Jakarta Utara, Kamis (21/5). Foto: Edwin B/Obsessionnews Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Arie Budhiman, Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono melakukan penandatanganan kerjasama terkait dengan Dana Kartu Jakarta Pintar (KJP) di SMK 56 Pluit, Jakarta Utara, Kamis (21/5). Foto: Edwin B/Obsessionnews[/caption]   [caption id="attachment_40327" align="alignnone" width="640"]Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Arie Budhiman memberikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) secara simbolis kepada siswa SMK 56 Pluit, Jakarta Utara, Kamis (21/5). Foto: Edwin B/Obsessionnews Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Arie Budhiman memberikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) secara simbolis kepada siswa SMK 56 Pluit, Jakarta Utara, Kamis (21/5). Foto: Edwin B/Obsessionnews[/caption]   [caption id="attachment_40328" align="alignnone" width="640"]Siswa SMK 56 Pluit, Jakarta Utara, menerima bantuan Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kamis (21/5). Foto: Edwin B/Obsessionnews Siswa SMK 56 Pluit, Jakarta Utara, menerima bantuan Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kamis (21/5). Foto: Edwin B/Obsessionnews[/caption]