Jumhur: Trisakti dan Nawacita Bisa Melenceng dalam Pelaksanaan

Jumhur: Trisakti dan Nawacita Bisa Melenceng dalam Pelaksanaan
Jakarta, Obsessionnews – Tokoh nasional Moh Jumhur Hidayat mengingatkan, tugas pemuda Indonesia saat ini adalah mentransformasikan dari bangsa yang ingkar terhadap nikmat Tuhan, menjadi bangsa yang bersyukur atas nikmat Tuhan. “Bukti kita ingkar terhadap nikmat Tuhan ini karena bangsa ini tidak serius dan tidak bersungguh-sungguh mengelola Sumber Daya Alam Kelautan yang begitu luas dan beragam sehingga bila ingin mencari orang miskin papa yang serba kesulitan mensekolahkan anaknya dan kumuh, maka merekalah kaum nelayan,” ungkap Jumhur saat menyampaikan orasi di Acara Mimbar Bebas DPP KNPI bertema "Bangkit-Bangga Jadi Pemuda Indonesia" dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional 2015 di Jakarta, Rabu (20/5), yang digelar DPP KNPI dan dihadiri Organisasi Kepemudaan serta beberapa tokoh diantaranya Mendagri Tjahjo Kumolo. “Begitu juga nikmat Tuhan berupa suburnya tanah Indonesia yang menurut Koes Plus ‘tongkat kayu dan batu bisa menjadi tanaman’ namun ternyata untuk mencari orang miskin papa dan serba kesulitan maka merekalah kaum petani. Dua hal ini saja sudah membuktikan bahwa bangsa kita ingkar terhadap nikmat Tuhan,” tandas aktivis gerakan buruh ini. Menurut Jumhur, semua ini terjadi karena visi kepemimpinan nasional dalam beberapa dekade ini abai terhadap penderitaan rakyat. “Pemuda harus berpikir mengubah ini terlebih bila bisa tampil sebagai pemegang kebijakan!” seru mantan Aktivis ITB yang dipenjara 3 tahun di LP Nusakambangan oleh rezim Orde Baru. “Kita berayukur bahwa rezim yang sekarang berkuasa setidaknya dalam ide berkehendak melaksanakan Trisakti dan Nawacita, walaupun pada pelaksannya bisa saja melenceng jauh dari konsepsi awalnya,” ujar Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Maritim Indonesia (FSPMI) dan Pembina Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia ini. Jumhur meminta kepada Mendagri yang hadir dalam acata tersebut untuk menyampaikan kepada mereka yang berkuasa berbahayanya melakukkan konsepsi food eatate 1 juta hektar di Papua, 500 ribu hektar di Kalimantan dan ratusan ribu hektar lainnya di berbagai daerah untuk membangun persawahan yang dimiliki korporasi apa itu BUMN, swasta apalagi swasta asing, sementara rakyat hanya menjadi kuli-kuli bagi korporasi tersebut di atas tanahnya sendiri. “Jelas ini bertentangan dengan Trisakti dan Nawavita yang ingin berdaulat dalam pangan bukan semata swasembada pangan. Kedaulatan pangan itu bisa terjadi jika dan hanya jika petani berdaulat atas tanahnya, bukan menjadi kuli penghasil pangan!” seru Jumhur yang juga Koordinator Aliansi Rakyat Merdeka (ARM), salahs atu Relawan Jokowi  dalam memenangkan Pilpres 2014. (Asma)