Mensos Jamin Raskin Aman Saat Ramadhan dan Idul Fitri

Jakarta, Obsessionnews - Stok beras untuk rakyat miskin (raskin) aman hingga September. Pasalnya, Badan Urusan Logistik (Bulog) terus melakukan pembelian padi kepada masyarakat. “Stok raskin aman saat memasuki Ramadhan dan Idul Fitri hingga September. Sehingga, warga miskin dipastikan bisa menerima tepat waktu dan setiap bulan, ” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam Rapat Kerja Raskin di Jakarta, Senin (18/5/2015). Kepada para bupati/walikota agar segera mengirim Surat Perintah Alokasi (SPA) kepada divisi regional (divre) dan sub divre Bulog agar beras segera bisa didistribusikan. “Pengiriman SPA sesegera mungkin agar raskin bisa didistribusikan secara tepat waktu. Tapi jika tidak ada SPA, divre dan sub divre Bulog tidak bisa mengeluarkan beras dari gudang beras, ” tandasnya.
Dengan pendistribusian tepat waktu, maka warga penerima manfaat saat memasuki bulan Ramadhan bisa khusuk dan tenang menjalanakan ibadah. “Pendistribusian raskin ditargetkan bisa selesai dengan baik pada Juni dan Juli mendatang, ” harapnya. Informasi dari Menko perekonomian terkait raskin menunjukkan beras kurang bagus ‘mumet’ sudah digantikan dengan beras berkualitas dan layak dikonsumsi. Ditanya soal bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya dan Bangladesh, Menteri Sosial menjelaskan Kemensos sudah menerjunkan tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) ke tiga lokasi dimana mereka berada. “Tim Kemensos, yaitu Tagana sudah dikirim ke lokasi dimana pengungsi berada untuk mengidentifikasi bantuan apa yang akan disalurkan kepada mereka,” katanya.
Berbagai bantuan seperti dapur umum, mobil dump lapangan dan sebagainya sudah disiapkan. Posisi Kemensos menunggu penugasan tertulis dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu), sebab yang ditangani adalah warga negara asing (WNA). “Kemensos menunggu penugasan tertulis dari Kemlu untuk bantuan yang akan diberikan kepada manusia perahu yang WNA tersebut,” katanya. Prosedur Standar Operasi (PSO) bantuan yang disiapkan Kemensos, seperti kebutuhan logistik berupa beras dan permakanan, kids ware, family kids dan matras (kasur). Untuk penugasan dari Kemlu dan teknis di lapangan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat. Hal itu dilakukan karena terkait penggunaan anggaran negara yang membutuhkan kelengkapan adminstratif, tapi dijamin tidak lama. “Sore ini, Menko Polhukam mengundang Kemensos dan kementerian/lembaga terkait bantuan kemanusiaan bagi para pengungsi tersebut, ” tandasnya. (Herdianto)
Dengan pendistribusian tepat waktu, maka warga penerima manfaat saat memasuki bulan Ramadhan bisa khusuk dan tenang menjalanakan ibadah. “Pendistribusian raskin ditargetkan bisa selesai dengan baik pada Juni dan Juli mendatang, ” harapnya. Informasi dari Menko perekonomian terkait raskin menunjukkan beras kurang bagus ‘mumet’ sudah digantikan dengan beras berkualitas dan layak dikonsumsi. Ditanya soal bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya dan Bangladesh, Menteri Sosial menjelaskan Kemensos sudah menerjunkan tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) ke tiga lokasi dimana mereka berada. “Tim Kemensos, yaitu Tagana sudah dikirim ke lokasi dimana pengungsi berada untuk mengidentifikasi bantuan apa yang akan disalurkan kepada mereka,” katanya.
Berbagai bantuan seperti dapur umum, mobil dump lapangan dan sebagainya sudah disiapkan. Posisi Kemensos menunggu penugasan tertulis dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu), sebab yang ditangani adalah warga negara asing (WNA). “Kemensos menunggu penugasan tertulis dari Kemlu untuk bantuan yang akan diberikan kepada manusia perahu yang WNA tersebut,” katanya. Prosedur Standar Operasi (PSO) bantuan yang disiapkan Kemensos, seperti kebutuhan logistik berupa beras dan permakanan, kids ware, family kids dan matras (kasur). Untuk penugasan dari Kemlu dan teknis di lapangan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat. Hal itu dilakukan karena terkait penggunaan anggaran negara yang membutuhkan kelengkapan adminstratif, tapi dijamin tidak lama. “Sore ini, Menko Polhukam mengundang Kemensos dan kementerian/lembaga terkait bantuan kemanusiaan bagi para pengungsi tersebut, ” tandasnya. (Herdianto) 




























