Kualitas Air di Bandung Sudah Memprihatinkan

Kualitas Air di Bandung Sudah Memprihatinkan
Bandung, Obsessionnews - Kolokium Puslibang Air 2015, Soroti Kualitas Air yang Memprihatinkan.  Kepala Balai Lingkungan Keairan Eko Winar menegaskan kualitas air di Bandung sudah memprihatinkan. Hal ini ditegaskan Eko di sela-sela acara Kolokium Pusat Litbang Sumber Daya Air 2015 di Puslibang Air , Bandung, Senin (18/5). Menurutnya, Sungai Citarum dan Cikapundung kualitas airnya sangat memprihatinkan penyebabnya menurut Eko antara lain limbah domestik dari rumah tangga termasuk rumah-rumah yang berada di bantaran sungai yang membuang limbahnya ke sungai, pencemaran dari peternakan yang dibuang ke sungai dan limbah industri. "Meskipun limbah domestik dapat terurai, namun apabila terlalu banyak dan dilakukan secara terus menerus, maka akan menimbulkan kerusakan pada kualitas air dan yang terakhir adalah sedimentasi yang tinggi," tegasnya. balai rawa Eko mencontohkan dua sungai besar yang ada di kota dan kabupaten Bandung yakni sungai Cikapundung dan Citarum yang tidak pernah terlihat jernih akibat sedimentasi dan pengaruh pencemaran. Idealnya tandas Eko, harus ada perbaikan konservasi lahan, sehingga secara kasat mata akan terlihat air tersebut terlihat jernih, tidak berwarna  dan tidak berbau. "Ambang baku mutu air tidak boleh melebihi 10 miligram per liter," jelasnya. Limbah organik yang disebabkan pencemaran domestik meskipun dapat terurai, namun apabila dilakukan secara terus menerus akan menimbulkan kerusakan air, baik benda padat berupa sampah yang menyebabkan kerusakan air dan terjadi banjir, juga benda cair dari limbah pabrik yang lama kelamaan akan membebani dan merusak kualitas air. "Jika air sudah tidak jernih, berwarna dan berbau, maka air tersebut sudah unaerobic atau tidak beroksigen akibatnya ikan-ikan mati termasuk binatang air semua mati karena tidak ada oksigen," paparnya. Dwi K dan Eko Winar Sementara itu menurut Kepala Balai Hidrolik dan Geotek Keairan Puslitbang Air Dwi Kristianto memaparkan kegiatan Kolokium Pusat Litbang Sumber Daya Air 2015 bertujuan  mengkomunikasikan hasil kegiatan litbang kepada masyarakat, stakeholder, Perguruan Tinggi termasuk ke Dirjen Sumber Daya air serta komponen lainnya. Dalam kegiatan tersebut juga para pelajar tingkat SMA sederajat diundang untuk mengikuti lomba Karya Ilmiah, tidak kurang dari 700 pelajar  mengikuti lomba karya ilmiah. Sembilan sekolah di Indonesia terpilih dalam lomba karya ilmiah tersebut dan akan mengikuti final pada Selasa (19/5), diantaranya SMK Negeri 7 Semarang judul makalah Sentibol Mitigasi Bencana Bendungan Jebol, SMA Negeri Sumatera Selatan makalah berjudul Inovasi Rumah Tahan Banjir Sebagai Upaya Pengendalian Daya Rusak Air. Kemudian, SMA Negeri 2 Merauke judul makalah Deteksi Kelayakan Air Minum Menggunakan Bohlam Lampu Sebagai Indikator di Kabupaten Merauke, dan SMK Negeri 2 Bandung judul makalah Penjernih Air Tenaga Matahari Dengan Bejana Berhubung Sebagai Solusi Krisis Air Layak Minum di Daerah Rawan Kekeringan. (Dudy Supriyadi)