Impor Indonesia Paling Rendah

Jakarta, Obsessionnews - Selama April 2015, total impor mengalami peningkatan 0,2% dibanding bulan sebelumnya. Namun secara kumulatif, kinerja impor selama Januari-April, masih alami penurunan. Penurunan impor pada periode tersebut, sebesar 17,0% dibanding era yang sama tahun sebelumnya. Hal tersebut, dipicu anjloknya permintaan impor migas sebesar 42,6% terdiri atas hasil minyak 45,3%, minyak mentah 38,1% dan gas 38,5%. Menteri Perdagangan Rahmat Gobel dalam keterangan persnya di Jakarta, menyebutkan impor periode Januari-April 2015 masih tetap didominasi bahan baku atau penolong yang nilainya mengalami penurunan sebesar 17,8% year on year. "Barang-barang yang tergolong bahan baku atau penolong yang impornya turun antara lain bahan kimia organi, plastik dan barang dari plastik, serta besi dan baja," kata Gobel kepada wartawan. Di lain sisi, impor barang modal yang juga alami penurunan secara signifikan antara lain, peralatan listrik, pesawat mekanik, dan kendaraan bermotor. Impor barang konsumsi sendiri hanya 7,0% dari total yang mengalami penurunan sebesar 15,7%. "Impor barang konsumsi turun signifikan antara lain daging hewan, mainan dan pakaian jadi bukan rajutan," sebut Gobel. Menurut negara asal barang-barang impor, negara mitra dagang yang mengalami peningkatan tertinggi adalah Australia 30,1%, Taiwan 15%, dan AS 12,3%. (MBJ)





























