Dipecat Ahok, Kepala SMAN 3 Jakarta Protes

Dipecat Ahok, Kepala SMAN 3 Jakarta Protes
Jakarta, Obsessionnews – Nampaknya, kali ini Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) melakukan langkah keliru, melakukan pemecatan terhadap Retno Listyarti MSi dari jabatannya sebagai Kepala SMAN 3 Jakarta, hanya karena yang bersangkutan dianggap mangkir dari tugas/kewajibannya saat Ujian Nasional (UN) berlangsung. Padahal, Retno Listyarti yang juga Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) ini dikenal sebagai tokoh yang berani, kritis dan idealis seperti Ahok. Retno memiliki kepedulian dengan sistem pendidikan dan meningkatkan pendidikan di Indonesia. Hanya saja, Retno sering bersuara lantang mengkritik berbagai masalah di dunia pendidikan sehingga membuat pihak tertentu telinganya menjadi 'merah'. Kini, Retno menyesalkan tindakan pemecatan dirinya dari jabatan Kepala SMAN 3 Jakarta yang dilakukan Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Menurutnya, keputusan pemecatan terhadap dirinya merupakan keputusan yang tergesa-gesa dan tidak tepat. Ia mengaku pemecatan atas dirinya tanpa pemberitahuan. “Saya mengatakan bahwa pemecatan terhadap saya tidak dilakukan secara mekanisme aturan yang berlaku. Karenanya, saya akan mengajukan protes atas pemecatan saya,” ungkap Retno kepada wartawan dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (17/5/2015). Sebelumnya, Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah melakukan pelantikan Kepala SMAN 3 yang baru pada 8 Mei lalu. Menurut Retno, seharusnya berdasarkan asas keterbukaan, Dinas Pendidikan DKI memberitahukannya terlebih dahulu (berdasarkan) Surat Keputusan No.335/2015 sebelum adanya pelantikan kepala sekolah baru. Ia juga menyangkal tuduhan Ahok yang mengatakan dirinya keluyuran saat UN berlangsung. Padahal saat itu, tegas Retno, dirinya hanya meninggalkan SMAN 3 tidak lebih dari satu jam. “Karena bagi saya, tuduhan saya yang doyankeluyuran adalah tuduhan yang berlebihan,” bantahnya. Seperti diketahui, Ahok bersama Presiden Joko Widodo melakukan inspeksi mendadak ke beberapa sekolah, salah satunya ke SMAN 3 Jakarta. Pada saat sidak itulah Retno tidak ada di tempat. Ternyata yang bersangkutan pergi menghadiri undangan wawancara Talk Show di salah satu stasiun TV swasta. Nampaknya, tindakan Ahok memecat guru idealis ini adalah keliru, atau mungkin dapat bisikan yang salah. Pasalnya, selama ini Retno dikenal kritis memperjuangkan bocornya soal UN. Ia pun juga mengkritisi mekanisme UN yang dijadikan syarat untuk masuk Perguruan Tinggi Nasional (PTN). Karena itu, jika dia 'didepak' maka tak ada lagi sosok yang berani membongkar ‘borok’ atau kebobrokan di bidang pendidikan Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) ini dikenal berani membongkar penyelewengan di bidang pendidikan. “Semangat dan perhatian saya yang begitu besar terhadap kebijakan UN karena selama 12 tahun. Dan inilah yang membuat saya bersedia menerima undangan Talk Show dengan salah satu televisi swasta karena apa yang saya lakukan adalah untuk kepentingan pendidikan, bukan untuk kepentingan organisasi saya,” tandas Retno. (Herdianto)