Menteri Pariwisata Promosikan Mandeh ke Mancanegara

Padang, Obsessionnews- Kementerian Pariwisata berupaya mempromosikan kawasan Mandeh sebagai kawasan wisata ke mancanegara, yakni Malaysia, Singapura, Timur Tengah dan Cina. Apabila promosi wisata ke negara-negara itu dilakukan secara optimal, kawasan Mandeh akan cepat berkembang. [caption id="attachment_39234" align="alignleft" width="286"]
Menteri Pariwisata Arief Yahya saat jumpa pers jelang pelaksanaan Mandeh Joy Sailing 2015 dan Festival Mandeh 2015 di kantor Gubernur Sumatera Barat di Padang, Jumat (15/5/2015) malam.[/caption] Menteri Pariwisata Arief Yahya mengemukakan, potensi wisatawan dari negara- negara itu sangat besar dan otomatis jalur penerbangan ke Indonesia akan ditambah. "Guna memacu perkembangan pariwisata Mandeh, promosinya kita arahkan ke Malaysia, Singapura, Timur Tengah dan Cina," katanya kepada wartawan saat jumpa pers jelang pelaksanaan Mandeh Joy Sailing 2015 dan Festival Mandeh 2015 di kantor Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) di Padang, Jumat (15/5/2015) malam. Arief mengatakan, wisatawan mancanegara (wisaman) dari Timur Tengah yang datang berkunjung ke Indonesia tidak lebih dari 1.000 orang, padahal potensi objek wisata yang ada di Indonesia sangat besar. Kunjungan wisatan dari negara tersebut selama ini lebih banyak ke Malaysia. "Ada 600 ribu orang Timur Tengah itu ke Malaysia. Masa k100 ribu ke Indonesia nggak ada," sebutnya. Sementara itu, promosi wisata yang diarahkan ke Cina terutama kepada penduduk setempat yang beragama muslim. Apabila promosinya diarahkan secara maksimal, potensinya cukup besar mengingat penduduk muslim yang ada di Cina cukup banyak, yaitu lebih dari 100 juta orang. Lebih lanjut Arief mengatakan, wisman yang berkunjung ke Sumbar sekitar 60.000 orang dan ke Mandeh sekitar 6.000 orang. Potensi yang tersedia di Mandeh tidak sebanding dengan kunjungan yang datang, yaitu kunjungannya terlalu sedikit. Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Andrinof Achir Chaniago mengatakan, potensi yang dimiliki kawasan Mandeh tidak kalah dengan keindahan potensi kawasan Raja Ampat, Papua Barat. "Mandeh memiliki situs sejarah dan Lautnya tenang bisa untuk olahraga dan rekreasi dengan aman dan nyaman," kata Andrinof. Andrinof mengatakan, kawasan itu memiliki situs sejarah, karena di dasar laut dengan kedalaman 17 meter terdapat bangkai kapal ber merek MV.Boelongan Nederland. Kapal milik Belanda itu tenggelam tahun 1942 dan kondisinya masih utuh. (Musthafa Ritonga)
Menteri Pariwisata Arief Yahya saat jumpa pers jelang pelaksanaan Mandeh Joy Sailing 2015 dan Festival Mandeh 2015 di kantor Gubernur Sumatera Barat di Padang, Jumat (15/5/2015) malam.[/caption] Menteri Pariwisata Arief Yahya mengemukakan, potensi wisatawan dari negara- negara itu sangat besar dan otomatis jalur penerbangan ke Indonesia akan ditambah. "Guna memacu perkembangan pariwisata Mandeh, promosinya kita arahkan ke Malaysia, Singapura, Timur Tengah dan Cina," katanya kepada wartawan saat jumpa pers jelang pelaksanaan Mandeh Joy Sailing 2015 dan Festival Mandeh 2015 di kantor Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) di Padang, Jumat (15/5/2015) malam. Arief mengatakan, wisatawan mancanegara (wisaman) dari Timur Tengah yang datang berkunjung ke Indonesia tidak lebih dari 1.000 orang, padahal potensi objek wisata yang ada di Indonesia sangat besar. Kunjungan wisatan dari negara tersebut selama ini lebih banyak ke Malaysia. "Ada 600 ribu orang Timur Tengah itu ke Malaysia. Masa k100 ribu ke Indonesia nggak ada," sebutnya. Sementara itu, promosi wisata yang diarahkan ke Cina terutama kepada penduduk setempat yang beragama muslim. Apabila promosinya diarahkan secara maksimal, potensinya cukup besar mengingat penduduk muslim yang ada di Cina cukup banyak, yaitu lebih dari 100 juta orang. Lebih lanjut Arief mengatakan, wisman yang berkunjung ke Sumbar sekitar 60.000 orang dan ke Mandeh sekitar 6.000 orang. Potensi yang tersedia di Mandeh tidak sebanding dengan kunjungan yang datang, yaitu kunjungannya terlalu sedikit. Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Andrinof Achir Chaniago mengatakan, potensi yang dimiliki kawasan Mandeh tidak kalah dengan keindahan potensi kawasan Raja Ampat, Papua Barat. "Mandeh memiliki situs sejarah dan Lautnya tenang bisa untuk olahraga dan rekreasi dengan aman dan nyaman," kata Andrinof. Andrinof mengatakan, kawasan itu memiliki situs sejarah, karena di dasar laut dengan kedalaman 17 meter terdapat bangkai kapal ber merek MV.Boelongan Nederland. Kapal milik Belanda itu tenggelam tahun 1942 dan kondisinya masih utuh. (Musthafa Ritonga)




























