KPK Rekrut TNI, Bukan Lawan Kriminalisasi

Jakarta, Obsessionnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melakukan proses rekrutmen personil TNI untuk mengisi jabatan Direktur Pengawasan Internal dan Sekretaris Jenderal yang sedang kosong. Saat ini KPK baru mengajukan permintaan tersebut kepada Panglima TNI Jenderal Moeldoko. "Belum ini masih proses surat menyurat, yang kosong-kosong akan kita isi semuanya," ujar Pelaksana Tugas Wakil Ketua KPK, Johan Budi SP saat dihubungi, Sabtu (16/5/2015). Johan mengatakan semua personil TNI yang dikirim ke KPK akan terlebih dahulu mengikuti proses seleksi. Apabila sudah terpilih maka yang bersangkutan harus mundur dari TNI atau mengajukan pensiun dini. "Itupun juga ada syaratnya, kalau mereka diterima maka mereka harus keluar dari TNI. Sebelumnya itu sudah ada Kabag Pengamanan di KPK itu bekas TNI uga, dia pensiun dini keluar dari TNI," kata Johan. Ia menegaskan rekrutmen personil TNI dilakukan KPK bukan untuk mengisi kebutuhan penyidik, juga bukan sekaligus untuk mengantisipasi upaya pelemahan seperti yang dialami beberapa periode ini. "Sekali lagi ini bukan untuk penyidik, penyidik hanya di Polri dan Kejaksaan karena sekarang juga sedang diseleksi Direktur Penyidikan dari Polri," tegasnya. Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyatakan sudah memilih dua nama anak buahnya yang terbaik untuk ditempatkan di KPK. Dua orang anak buahnya itu akan menjadi Sekretaris Jenderal dan Pengawas Internal. Namun, Moeldoko masih enggan menyebut siapa nama dua orang perwira yang sebentar lagi akan pensiun itu. Moeldoko masih menunggu panggilan selanjutnya dari KPK. Untuk posisi Sekjen, kata Moeldoko, dipilih seorang perwira yang memiliki kemampuan manajerial. Sementara untuk posisi Pengawas Internal, dipilih perwira yang bertugas sebagai Polisi Militer. "Masih konfirmasi, tapi sudah kami siapkan," ucap dia di. (Has)





























