Inilah Maklumat Komunitas Juang Relawan Jokowi

Jakarta, Obsessionnews - Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla telah berusia hampir tujuh bulan. Komunitas Juang Relawan Jokowi menilai, banyak pencapaian yang telah diraih meski masih banyak hal yang harus disempurnakan. Komunitas Juang Relawan Jokowi (KJRJ) terdiri dari Cemara 19, BaraJP, Pospera, Kawan Jokowi, Relawan Merah Putih, Gerakan Nasional Rakyat, Sekber Jokowi, Kebangkitan Indonesia Baru, Seknas Jokowi, Rakyat Merah Putih, Cakra Naga, Gerakan Relawan Indonesia, Arus Bawah Jokowi, Srikandi Jokowi, EP For Jokowi. Ke 15 organisasi relawan Jokowi ini juga menandantangani Maklumat yang disampaikan ke Jokowi-JK. “Kami menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya terhadap kerja keras yang dilakukan oleh pemerintah, tetapi di sisi lain kami tetap menyerukan adanya evaluasi dan perbaikan terhadap kebijakan yang tidak berpihak pada perubahan dan kesejahteraan rakyat!” seru pernyataan KJRJ di hadapan Presiden Jokowi saat hadir di Jambore KJRJ di Bumi Perkemahan Cibubur, Sabtu (16/5/2015). “Kami menangkap berbagai ketegangan-ketegangan politik yang terjadi akibat dari leluasanya para penumpang gelap kekuasaan, para pemburu rente dan musuh-musuh perubahan melakukan aksinya dalam memecah belah soliditas kekuatan politik pendukung utama pemerintahan,” tambahnya. “Kami mengamati dengan penuh antusiasme terhadap seluruh kebijakan yang diambil, utamanya dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar dari rakyat. Tetapi kami juga menangkap kesan belum terkonsolidasinya pemerintahan secara efektif dan kecenderungan situasi perekonomian yang belum memenuhi harapan!” serunya pula.
Oleh karena itu, melalui Jambore Komunitas Juang Relawan Jokowi ini, 15 organisasi relawan Jokowi tersebut menyampaikan maklumat sebagai berikut: 1. Perlunya konsolidasi politik dan konsolidasi birokrasi sesegera mungkin agar pemerintahan dapat berjalan dengan lebih efektif. Tanpa konsolidasi di bidang politik maka situasi negara akan menjadi tidak kondusif yang pada akhirnya menyulitkan pembangunan ekonomi. Tanpa konsolidasi birokrasi yang sistematis dan berkelanjutan untuk menjadi birokrasi yang efisien, efektif, melayani dan profesional maka program pemerintah tidak akan dapat berjalan dengan baik. 2. Perlunya dilakukan evaluasi terhadap kebijakan-kebijakan yang tidak mendukung implementasi Tri Sakti dan Nawacita, yang menjadi mandat bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kebijakan-kebijakan yang tidak sejalan harus segera disempurnakan dan terobosan-terobosan harus segera diambil agar janji-janji perubahan dan kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan. 3. Mendesaknya kebutuhan untuk melakukan evaluasi dan penguatan terhadap kabinet agar dapat bekerja secara efektif dan sejalan dengan semangat Tri Sakti dan Nawacita. Kami berharap agar evaluasi terhadap kabinet memperhatikan dengan sungguh-sungguh dinamika sosial dan politik yang berkembang saat ini dan kebutuhan untuk melakukan akselerasi terhadap kinerja pemerintahan di masa depan. 4. Perlunya dipastikan agar pembangunan ekonomi dan percepatan proyek-proyek infrastruktur dilakukan dalam semangat berdiri di atas kaki sendiri. Dimana modal asing diletakkan sebagai pelengkap terhadap kekuatan modal nasional, bukan sebagai sumber utama. 5. Perlunya sesegera mungkin dilahirkan berbagai kebijakan dan program yang mendorong produktivitas rakyat sebagai penyangga ketahanan ekonomi dan sarana untuk mencapai kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu distribusi atau pemerataan terhadap sumber dan alat produksi bagi rakyat adalah keharusan yang tidak dapat ditawar. Realisasi Tanah untuk rakyat, alat pertanian untuk tani dan alat tangkap untuk nelayan serta modal usaha untuk usaha mikro sudah sangat mendesak agar pembangunan infrastruktur memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyat. Para relawan yang tergabung dalam KJRJ tersebut datang dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengikuti acara yang digelar pada 15-17 Mei 2015 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Sebanyak 7 ribu gabungan relawan Jokowi tersebut menginap selama 3 hari di sekitar 1.000 tenda besar kecil yang disediakan panitia. (Asma)
Oleh karena itu, melalui Jambore Komunitas Juang Relawan Jokowi ini, 15 organisasi relawan Jokowi tersebut menyampaikan maklumat sebagai berikut: 1. Perlunya konsolidasi politik dan konsolidasi birokrasi sesegera mungkin agar pemerintahan dapat berjalan dengan lebih efektif. Tanpa konsolidasi di bidang politik maka situasi negara akan menjadi tidak kondusif yang pada akhirnya menyulitkan pembangunan ekonomi. Tanpa konsolidasi birokrasi yang sistematis dan berkelanjutan untuk menjadi birokrasi yang efisien, efektif, melayani dan profesional maka program pemerintah tidak akan dapat berjalan dengan baik. 2. Perlunya dilakukan evaluasi terhadap kebijakan-kebijakan yang tidak mendukung implementasi Tri Sakti dan Nawacita, yang menjadi mandat bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kebijakan-kebijakan yang tidak sejalan harus segera disempurnakan dan terobosan-terobosan harus segera diambil agar janji-janji perubahan dan kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan. 3. Mendesaknya kebutuhan untuk melakukan evaluasi dan penguatan terhadap kabinet agar dapat bekerja secara efektif dan sejalan dengan semangat Tri Sakti dan Nawacita. Kami berharap agar evaluasi terhadap kabinet memperhatikan dengan sungguh-sungguh dinamika sosial dan politik yang berkembang saat ini dan kebutuhan untuk melakukan akselerasi terhadap kinerja pemerintahan di masa depan. 4. Perlunya dipastikan agar pembangunan ekonomi dan percepatan proyek-proyek infrastruktur dilakukan dalam semangat berdiri di atas kaki sendiri. Dimana modal asing diletakkan sebagai pelengkap terhadap kekuatan modal nasional, bukan sebagai sumber utama. 5. Perlunya sesegera mungkin dilahirkan berbagai kebijakan dan program yang mendorong produktivitas rakyat sebagai penyangga ketahanan ekonomi dan sarana untuk mencapai kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu distribusi atau pemerataan terhadap sumber dan alat produksi bagi rakyat adalah keharusan yang tidak dapat ditawar. Realisasi Tanah untuk rakyat, alat pertanian untuk tani dan alat tangkap untuk nelayan serta modal usaha untuk usaha mikro sudah sangat mendesak agar pembangunan infrastruktur memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyat. Para relawan yang tergabung dalam KJRJ tersebut datang dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengikuti acara yang digelar pada 15-17 Mei 2015 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Sebanyak 7 ribu gabungan relawan Jokowi tersebut menginap selama 3 hari di sekitar 1.000 tenda besar kecil yang disediakan panitia. (Asma) 




























