Disayangkan, Dua Mata Air Dibiarkan Terbuang

Disayangkan, Dua Mata Air Dibiarkan Terbuang
Bandung, Obsessionnews - Disayangkan dua mata air dibiarkan terbuang. Kedua mata air tersebut berada di Basemant gedung DPRD jabar dan gedung yang akan dibangun hotel Pullman yang bersebelahan dengan gedung DPRD Jabar. Mantan Ketua DPRD Jabar Eka Santosa menyayangkan hal itu terjadi dan menilai sikap DPRD Jabar dan Pengelola Hotel Pullman yang tidak peduli terhadap lingkungan hidup. "Dengan adanya mata air di kawasan DPRD Jabar dan Hotel Pullman itu menurutnya tidak ada perhatian sama sekali dari para penghuninya," jelas dia, Sabtu (16/5/2015). Eka bercerita saat audensi dengan anggota DPRD Jabar minggu lalu secara spontan Eka dan Memet Hamdan seorang tokoh Jawa Barat meninjau limpahan mata air di seputar gedung DPRD Jabar dan proyek Hotel Pullman. eka2 Keduanya diantar Ketua Harian DPW Cadas (Ciri Aspirasi Dari Abdi Sanagara) Nurhadi dan beberapa orang anggota Cadas yang menyaksikan rembesan air di basement gedung DPRD Jabar. Air tersebut akhirnya melimpah dan terbuang percuma. “Syukurlah kang Eka dan kang Memet, sudah menyaksikan langsung dengan mata kepala sendiri. Jangan dari kabar orang lain saja, soal ketidakpedulian lingkungan hidup di gedung terhormat ini”, kata Eka mencontohkan ucapan Nurhadi. Nurhadi pun sambil menyediakan dua buah kendi untuk tempat air tersebut. Air itu rencananya akan dicampur dan dijadikan satu wadah yang kemudian dilakukan untuk ritual “patali banyu” di mata air Kawasan Alam Santosa, Pasir Impun Kabupaten Bandung. eka1 Menurut Eka, air yang ada dalam dua kendi ini akan dicampurkan oleh para Olot (tetua adat) dalam waktu dekat di kawasan Alam Santosa dengan upacara khusus. “Selaku Ketua Forum DAS (Daerah Aliran Sungai.red) Citarum, sedih sekaligus geram atas pembuangan air bersih juga alih fungsi lahan ini. Dulu saat saya di DPRD Jabar disini dicanangkan sebagai hutan kota, malah jadi beton" tegasnya. Apalagi, jelas Eka, lahannya masih sengketa, kok sekarang sudah jadi beton semua. "Lingkungan kita memang sudah dicabik-cabik tak keruan," ujar Eka. (Dudy Supriyadi)