Asyik, Bandung Timur Bebas Banjir

Bandung, Obsessionnews - Warga kawasan Gedebage dan Panyileukan, Bandung Timur, berharap revitalisasi kawasan Bandung Timur akan menghentikan banjir yang kerapkali terjadi. Keinginan warga ini terkait adanya rencana revitalisasi Bandung Timur secara keseluruhan yang disampaikan pada acara Bandung menjawab, Selasa (12/5). "Ya yang penting mah, banjirnya saja dulu diatasi, kalau rencana yang lain mah itu bisa saja menyusul, jangan sampai banjir Gedebage ini berimbas ke beberapa perumahan di Bandung Timur, tuh lihat pasar Gedebage kalau lagi banjir, parah kang," ujar Karlina warga Panyileukan, Bandung Timur, Jumat (15/5). Hal itu diperhatikan oleh Kepala Bidang Perencanaan Tata Ruang dan Sarana Prasarana Bappeda Kota Bandung, Anton Sunarwibowo dan Kepala Bidang Perencanaan Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung Agus Hidayat Gedebage sendiri merupakan salah satu pusat primer terpadu yang nantinya akan menjadi pusat pelayanan kota setelah di kawasan Bandung pusat Alun-alun Bandung. Menurut Anton, pemilihan Gedebage sendiri dikarenakan kawasan tersebut memiliki potensi lahan kosong dan ada beberapa opsi akses untuk membuka jalan tol baru, stasiun kereta api dan relokasi terminal bis dari Leuwi Panjang dan Cicaheum. Nantinya Pusat primer di Gedebage juga akan berisi pusat pemerintahan, sarana gelanggang olahraga dan kawasan komersil. Kata Anton masyarakat tidak harus jauh untuk pergi ke Bandung pusat dalam memenuhi kebutuhannya. "Harapannya penduduk Bandung Timur kalau ingin memenuhi kebutuhannya tidak harus ke Bandung lama. Sinteralisasi tidak hanya berada di Bandung pusat saja, tapi bisa meluas juga ke Bandung Timur," ujar Anton. Ia juga mengatakan ada empat kawasan yang menjadi fokus revitalisasi di kawasan Bandung Timur. Kawasan itu meliputi, Gedebage, Arcamanik, Ujungberung dan Kordon. Gedebage sendiri menjadi pusat kawasan primer. Anton juga menjelaskan bahwa Bandung Teknopolis merupakan bagian dari pengembangan kawasan Bandung Timur. Hal itu merupakan salah satu strategi Walikota Bandung Ridwan Kamil untuk mempromosikan kawasan Bandung Timur ini agar bersaing dengan kota-kota di Indonesia dan luar negeri dalam konsep teknologi berbasis smart city. "Teknopolis adalah branding dari Walikota Bandung untuk mengembangkannya itu dengan konsep teknologi dan smart city. Tidak ada industri manufaktur disini lebih ke perusahaan digital media dengan tenaga kreatif dan cocok untuk dikembangkan," ungkapnya. Untuk pengembangan infrastruktrur jalan di kawasan Bandung Timur, kata Agus, masih dalam tahap lelang untuk akses di kilometer 149. "Insya Allah pertengahan Juni sudah dapat pemenangnya. Sehingga pertengahan atau akhir Juni sudah mulai pengerjaan konstruksi," ucapnya. Ia juga menambahkan infrastruktur jalan itu akan dibuka dua segmen sampai ke kawasan pertengahan Gedebage. Untuk kawasan Soekarno-Hatta sendiri masih belum bisa diakses, menurutnya hal itu dikarenakan keterbatasan waktu dan pembebasan lahan yang belum beres secara tuntas. "Sehingga yang paling penting kita sudah membuka akses jalan KM 149 oleh pusat. Jadi mungkin antara Soekarno Hattta sampai ke 149 itu di pertengahannya itu sudah beres. Kita bisa keluar dari akses 149 dan keluar masuk ke jalan tol itu dari akses jalan tersebut," katanya. Agus juga mengatakan jika konstruksi infrastruktur ini akan dilaksanakan oleh Pemerintah pusat namun untuk pembebasan lahannya dari Pemerintah Daerah, yaitu Pemerintah Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat. "Untuk pembebasan lahan sendiri sedang proses ada beberapa yang memang sampai perhitungannya sudah sampai rel, dari rel ke sana belum sama sekali. Tapi kita berusaha dari Pemerintah Kota dan Provinsi, karena dari sisi konstruksi pusat sudah siap," tandasnya. (Dudy Supriyadi)





























