Presiden Batal Resmikan Kawasan Wisata Bahari Terpadu Mandeh

Presiden Batal Resmikan Kawasan Wisata Bahari Terpadu Mandeh
Padang, Obsessionnews - Rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) pada Sabtu (16/5/2015) pupus sudah. Untuk melanjutkan agenda dimaksud, maka diutuslah tiga menteri, yaitu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Meteri Pariwisata Arief Yahya, dan Menteri Perencanaan Pembangunan/ Kepala Bappenas Andrinof Achir Chaniago. Ketua panitia kedatangan Presiden, Sudirman Gani, mengatakan, selain tiga menteri yang akan hadir, kemungkinan besar juga akan hadi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Sudurman Gani yang juga Asisten III Setdaprov Sumbar menjelaskan, Jokowi tidak jadi datang ke Sumbar hanya persoalan waktu dan diundur. Namun, pengunduran waktu dimaksud belum ditentukan. “Kedatangan Presiden ke Sumbar diundur dalam waktu yang tidak ditentukan,” kata Sudirman saat dihubungi obsessionnews.com, Kamis (14/5). Sementara itu , Ketua Panitia Peresmian Kawasan Mandeh Wisata Terpadu (KMWT) Yogi Yolanda mengatakan, Jokowi tidak jadi datang ke Sumbar untuk meresmikan KMWT karena pada saat bersamaan bertepatan dengan rangkian acara proses pernikahan putranya. “Presiden mengakui sering memantau kondisi Kawasan Mandeh, meski Presiden tidak bisa datang di bulan Mei. Namun diperkirakan Juni mendatang Presiden Jokowi akan datang ke Sumbar,” kata Yogi. Dia menjelaskan, untuk menggantikan peresmian KMWT, Jokowi mengutus tiga menteri, yakni Menpupera, Meteri Pariwisata, dan Menteri Perencanaan Pembangunan/ Kepala Bappenas. Hasil pembicaraan terakhir, tiga menteri tersebut berjanji akan membawa sejumlah duta besar dari berbagai negara, yaitu Denmark, Qatar, Norwergia, Ceko, dan Italia. Dari jadwal yang disusun, rombongan sampai hari Jumat (15/5). Sedangkan peresmian KWBT Mandeh akan dilaksanakan pada Sabtu (16/5). Rombongan ke lokasi melalui jalur transportasi laut. “Dubes Qatar akan melakukan investasi untuk pariwisata di Kawasan Mandeh, sedangkan untuk dubes lainnya belum memastikan apakah juga akan ikut berinvestasi atau tidak tidak,” sebut Yogi. (Musthafa Ritonga)