Pengusaha Akui Pertumbuhan Ekonomi RI Masih Lambat

Jakarta, Obsessionnews - Pengusaha Nasional sekaligus Direktur Utama PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) Sandiaga Uno menilai situasi ekonomi makro di bawah kinerja tim ekonomi Jokowi mengalami perlambatan secara signifikan. Pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada pada level 4,7 persen itu dianggap adalah yang terendah sejak tahun 2009. "Nah ini berbahaya dari segi beberapa hal, pertama karena keadaan eksternal ekonomi juga melemah. Nah berarti kita butuh kekuatan pertumbuhan ekonomi domestik," kata Sandiaga di Jakarta, Kamis (14/5/2015). Maka menurut Sandiaga yang harus menjadi prioritas pemerintah sekarang agar taget pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen dapat tercapai, adalah dengan mengubah mindset supaya bisa memperdayakan dunia usaha untuk ikut berpartisipasi dalam mendorong pertumbuhan tersebut. "Karena pertumbuhan itu perlu didorong supaya tumbuh di atas 5,5 persen sesuai dengan target pemerintah sehingga terciptanya lapangan kerja dan juga akselerasi dari beberapa proyek infrastruktur yang selama ini tertunda," katanya. Mantan Ketua HIPMI itu mengatakan kalau misalnya ekspor RI belum bisa diandalkan dan juga investasi asing belum terasa karena faktor infrastrukturnya yang terhambat, maka pemerintah harus mendorong dari segi kebijakan-kebijakan yang memberi insentif kepada dunia usaha jangan malah membebani dengan suatu kebijakan yang justru memberatkan. "Misalnya dengan menekan pengusaha-pengusaha yang selama ini cukup patuh membayar pajak untuk dibebankan target pajak yang menurut kami mustahil," ungkap dia. Hal kedua misalnya menyangkut beberapa kebijakan pelarangan dan pemberian ijin yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan dan beberapa kementerian lainnya khusunya berkaitan dengan ekonomi dan bisnis. Sandiaga menilai langkah pemerintah itu justru mengabaikan aspirasi dunia usaha. "Ini sangat berakibat pada sentimen negatif dari dunia usaha tersebut," terangnya. (Has)





























