Pengeboran PT Star Energy Sebabkan Longsor Pangalengan

Bandung, Obsessionnews - Longsor di Kampung Cibitung Desa Margamukti Pangalengan Kabupaten Bandung murni kecelakaan dan bukan karena bencana. Demikian dijelaskan perwakilan Gerakan Massa Pejuang Untuk Rakyat (Gempur) Okki Satrio kepada wartawan kemarin, Selasa (12/5). Pengeboran PT Star Energy dengan metode hydraulic freaking menyebabkan gempa minor yang disebabkan getaran batuan bawah bumi. "Ini kesalahan berada di PT. Star Energy bukan bencana, getaran besar akibat pecahan batuan perut bumi menyebabkan longsor," tandas Okki. Akibatnya, tiga kerusakan akibat getaran itu, yaitu penurunan kualitas air tanah, debit air tanah berkurang dan gempa lokal atau minor diseputar lokasi tersebut. Sehingga bisa disimpulkan kejadian tersebut bukan bencana alam tapi kesalahan yang dibuat PT. Star Energy. "Ini bukan wacana ataupun dugaan, namun sudah dilakukan penelitian yang mendalam telah terjadi gempa minor di lokasi,"tegas Okki. Ia mengingatkan, cairan arsenic dan boron yang digunakan PT. Star Energy untuk pengeboran dasar tanah dan menghancurkan bebatuan di kedalaman beberapa kilometer diatas tanah menyebabkan kualitas air tanah menjadi rusak, bahkan volume air tanah bagi warga menyusut akibat penyedotan sumur injeksi saat pengeboran berlangsung. "Satu pipa itu menggunakan satu juta liter air/hari," tandasnya. Okki meyakini masa depan Bandung dan sekitar akan kesulitan air bersih kalau perbuatan tersebut dibiarkan. Sementara itu beberapa waktu lalu Menurut Rida Mulyana, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM, Rabu (6/5). "Begini saya ingin jelaskan, kejadian tersebut awalnya bukan karena pipa panas buminya, tapi karena longsor. Kalau tidak diluruskan ini dikhawatirkan akan menimbulkan keresahan masyarakat di lokasi PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi), padahal pemerintah sedang dorong pemanfaatan panas bumi untuk listrik," jelas Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM, Rida Mulyana. [caption id="attachment_38580" align="alignnone" width="640"]
Star Energi[/caption] Berdasarkan informasi dari Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), tanah longsor besar terjadi di atas instalasi pipa panas bumi dan menyebabkan pipa bergeser serta tertimbun sehingga putus. Akibatnya, uap yang keluar dari pipa tersebut ikut tertimbun sehingga lama-lama seperti ledakan, bukan pipa minyak atau pipa gas yang meledak,” ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM Saleh Abdurahman. Menurut Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). "Hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan kemiringan lereng terjal dan tanah pelapukan breksi vulkanik cukup tebal. Terlihat retakan dan endatan sedalam 2,5 m, sepanjang 500 m," kata dia. Longsoran mengancam satu kampung yang terdiri dari 52 KK (200 jiwa) dan mengancam pipa panas bumi Star Energy sepanjang 500 m. "Rekomendasi yang telah disampaikan yaitu kepada pengelola proyek Geothermal Star Energy untuk memindahkan jalur pipa karena gerakan tanah terus berlangsung. (Dudy Supriyadi)
Star Energi[/caption] Berdasarkan informasi dari Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), tanah longsor besar terjadi di atas instalasi pipa panas bumi dan menyebabkan pipa bergeser serta tertimbun sehingga putus. Akibatnya, uap yang keluar dari pipa tersebut ikut tertimbun sehingga lama-lama seperti ledakan, bukan pipa minyak atau pipa gas yang meledak,” ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM Saleh Abdurahman. Menurut Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). "Hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan kemiringan lereng terjal dan tanah pelapukan breksi vulkanik cukup tebal. Terlihat retakan dan endatan sedalam 2,5 m, sepanjang 500 m," kata dia. Longsoran mengancam satu kampung yang terdiri dari 52 KK (200 jiwa) dan mengancam pipa panas bumi Star Energy sepanjang 500 m. "Rekomendasi yang telah disampaikan yaitu kepada pengelola proyek Geothermal Star Energy untuk memindahkan jalur pipa karena gerakan tanah terus berlangsung. (Dudy Supriyadi) 




























