BCA Raih ‘Best Private Sector Achievers’

Jakarta, Obsessionnews - PT Bank Central Asia Tbk atau BCA tak pernah berhenti mengukir prestasi cemerlang. Prestasi demi prestasi diraihnya tiap tahun. Tahun ini BCA kembali mencetak prestasi gemilang. BCA meraih penghargaan kategori ‘Best Private Sector Achievers’ untuk sub kategori ‘Banks’ dalam acara Malam Penganugerahan Obsession Awards 2015 di Hotel Kempinsi, Jakarta, Kamis (19/3) malam. Obsession Award 2015 diselenggarakan oleh Obsession Media Group (OMG), penerbit Majalah Men’s Obsession dan Women’s Obsession, serta Situs Portal Berita Obsessionnews.com. [caption id="attachment_28202" align="alignnone" width="300"]
Pemred Men’s Obsession Sahrudi Rais menyerahkan tropi dan piagam penghargaan ‘Best Private Sector Achievers’ kepada Jahja Setiaatmadja.[/caption] Acara tersebut dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua DPR RI Zulkifli Hasan, Ketua DPD RI Irman Gusman, Menko Polhukam Tedjo Edy Purdjiatno, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ferry Mursidan Baldan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mochamad Basoeki Hadimoeljono, dan Jaksa Agung HM Prasetyo. Juga hadir Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum DPP Partai Golkar (versi Munas Ancol) Agung Laksono, sejumlah anggota DPR, pengusaha, artis, dan lain sebagainya. Selain itu OMG juga memberikan penghargaan ‘Best of the Best Individual Achievers bidang Ekonomi’ kepada Presiden Direktur (Presdir) PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja. Penghargaan itu diberikan karena Jahja dinilai berperanan besar membangun perekonomian bangsa Indonesia. Selain itu pria yang ramah ini juga dinilai sukses membawa BCA menjadi bank swasta nasional yang terbesar di Indonesia. Pemimpin Redaksi majalah Men’s Obsession Sahrudi Rais menyerahkan tropi dan piagam penghargaan ‘Best Private Sector Achievers’ kepada Jahja Setiaatmadja. Sedangkan tropi dan piagam penghargaan ‘Best of the Best Individual Achievers bidang Ekonomi’ diserahkan oleh chairman OMG Usamah Hisyam. Dua penghargaan tersebut diharapkan semakin memacu kinerja BCA Di bawah kepemimpinan Jahja Setiaatmadja BCA meraih laba yang signifikan. Sepanjang 2014 BCA berhasil membukukan kinerja keuangan yang solid. Pendapatan bunga bersih naik 21,2% menjadi Rp 32,0 triliun. Pendapatan operasional lainnya meningkat 13,5% menjadi Rp 9,0 triliun. Pertumbuhan pendapatan operasional mendorong peningkatan laba bersih sebesar 15,7% menjadi Rp 16,5 triliun di tahun 2014, dari Rp 14,3 triliun pada tahun 2013. Dalam beberapa tahun terakhir BCA telah mengembangkan berbagai produk dan jasa keuangan yang lebih komprehensif, termasuk pengembangan lini-lini bisnis baru bersama dengan entitas anak di bidang perbankan Syariah (BCA Syariah), sekuritas (BCA Sekuritas), asuransi umum (BCA Insurance), remittance (BCA Finance Limited), dan kredit kendaraan bermotor roda dua (Central Sentosa Finance). Bisnis-bisnis tersebut terus menunjukkan hasil yang positif dan diharapkan dapat berkontribusi lebih baik terhadap profitabilitas BCA di masa mendatang. BCA Life (asuransi jiwa), yang dimiliki oleh BCA Sekuritas, telah mulai beroperasi pada triwulan keempat 2014 dan akan menambah kemampuan BCA dalam menyediakan produk-produk dan solusi keuangan yang lebih beragam bagi nasabah BCA. Anak perusahaan BCA yang telah lama berdiri, BCA Finance (pembiayaan kendaraan bermotor roda empat), terus memberikan kontribusi yang signifikan terhadap laba bersih BCA. Kegiatan Sosial Bank yang berdiri tanggal 21 Februari 1957 ini tak semata-mata hanya mengejar keuntungan, tetapi juga aktif melakukan kegiatan sosial melalui program Bakti BCA. BCA menyadari perkembangan BCA hingga saat ini pun harus diikuti dengan perkembangan masyarakat di sekitarnya. Dalam rangka merayakan ulang tahun ke-58 BCA memberikan bantuan kacamata baca gratis kepada siswa berekonomi lemah. [caption id="attachment_28203" align="alignnone" width="300"]
Pemeriksaan mata gratis untuk siswa[/caption] Selama Februari 2015, pemeriksaan mata dan bantuan kacamata baca dilaksanakan di 17 sekolah binaan BCA di tiga wilayah, yaitu di Gunungkidul (DIY), Tatakan (Serang), dan Gadingrejo (Lampung). BCA menyediakan 1.000 kacamata baca bagi siswa-siswi. Selain itu dalam rangka mendukung proses belajar di sekolah binaan Bakti BCA, BCA juga menyerahkan berbagai bantuan kepada sekolah binaan berupa bantuan buku untuk perpustakaan sekolah, pendukung lab komputer, dan fasilitas lainnya. Kiprah BCA yang lain di bidang sosial adalah aktif mengobati penyakit katarak. Saat ini Indonesia masuk dalam daftar tiga besar negara dengan jumlah penderita katarak terbanyak di dunia dan nomor satu di Asia Tenggara. Di Indonesia, penyakit katarak sudah menjadi masalah nasional. Oleh karena itu, Seksi Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (SPBK Perdami) gigih berjuang mengurangi angka kebutaan yang disebabkan oleh katarak. Selama dua dekade terakhir, sudah banyak kemajuan yang dicapai dalam penurunan angka kebutaan secara signifikan. Pada tahun 1990-an, angka kebutaan nasional sekitar 1,47 persen, sementara studi validasi Riskedas Perdami tahun 2013 memperlihatkan angka kebutaan nasional sebesar 0,6 persen. Hal ini bisa dicapai tentu berkat dukungan dari berbagai pihak, termasuk BCA yang menjadi mitra SPBK Perdami untuk menyelenggarakan operasi katarak secara gratis kepada masyarakat yang kurang mampu. [caption id="attachment_28204" align="alignnone" width="300"]
Presdir BCA Setiaatmadja secara simbolis memberikan sumbangan 13 unit alat operasi katarak dan 2 alat biometri kepada Seksi Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (SPBK Perdami) di Jakarta, 6 Maret 2015.[/caption] BCA memberikan sumbangan 13 unit alat operasi katarak dan 2 alat biometri kepada SPBK-Perdami, 6 Maret 2015. Penyerahan alat operasi katarak dan biometri secara simbolis dilakukan oleh Jahja Setiaatmadja kepada Sekretaris Jenderal Perdami M.Sidik, disaksikan Sekretaris Perusahaan BCA Inge Setiawati, Head of CSR BCA Sapto Rachmadi, dan jajaran manajeman Perdami. “Kami berharap bantuan 13 alat operasi katarak dan 2 alat biometri ini mendukung SPBK Perdami dalam mengerjakan misinya menurunkan angka buta katarak di Indonesia,” kata Jahja. Sementara itu M. Sidik mengatakan, alat-alat ini tentunya akan memudahkan SPBK Perdami melakukan operasi katarak. “Semoga kerja sama ini dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan untuk memerangi kebutaan akibat katarak di Indonesia,” katanya. Alat itu akan disebar ke berbagai cabang Perdami di Indonesia, khususnya daerah pedalaman hingga perbatasan yang tidak memiliki fasilitas yang memadai. “Kami juga melihat keaktifan dari cabang. Misalnya cabang di Aceh, dokternya sangat aktif, perempuan lagi. Lalu Sulawesi Selatan, karena angka kebutaan di sana cukup tinggi, bisa sampai 2,4 persen,” paparnya. Selain menyerahkan 13 alat operasi katarak dan 2 alat biometri kepada SPBK Perdami, BCA juga mendukung penyelenggaraan operasi katarak gratis di RS Klinik Medika Lestari Ciledug. Masih dalam rangkaian kegiatan sosial di HUT ke-58, BCA juga meresmikan dan melaksanakan pengobatan gratis di Klinik Bakti Medika Mangga Dua. BCA juga melaksanakan pengobatan gratis di Klinik Duri Utara, Jakarta Barat dan desa binaan BCA di Yogyakarta, serta melakukan aksi donor darah di Menara BCA Jakarta dan GOR Sumantri Brojonegoro, Jakarta. BCA Peduli Lingkungan dengan Tanam Pohon Mangrove Hutan mangrove bermanfaat besar bagi penduduk Indonesia yang sekitar 40%-50% tinggal di daerah dekat pantai, yakni mencegah abrasi dan tsunami, serta peresapan air laut ke daratan. Oleh karena itu, upaya-upaya pelestarian hutan mangrove perlu terus digalakkan karena Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak pantai. [caption id="attachment_28205" align="alignnone" width="300"]
Menanam pohon mangrove untuk melestarikan lingkungan hidup.[/caption] Rehabilitasi dengan penanaman pohon mangrove menjadi bagian dari program NEWtrees yang dicanangkan oleh World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia. Program ini berorientasi pada perbaikan fungsi ekosistem prioritas, dan juga sejalan dengan upaya yang sedang dilakukan oleh pemerintah dalam mengintegrasikan pembangunan sektoral dengan daya dukung lingkungan di tingkat bentang alam. Program NEWtrees turut mendukung dan berkontribusi mewujudkan komitmen pemerintah untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26% pada tahun 2020 dengan memperbanyak penanaman pohon dan reforestasi. Mengingat manfaatnya yang begitu besar, perlu peran serta seluruh elemen bangsa untuk bahu-membahu memberikan kontribusi dalam rehabilitasi dan pelestarian hutan mangrove. BCA turut ambil bagian dari upaya mulia tersebut. Bank swasta nasional terbesar di Indonesia ini bekerja sama dengan WWF-Indonesia serta pengelola Eko Wisata Mangrove Tol Sedyatmo, menanam pohon mangrove di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta, Rabu (18/3). Penanaman pohon mangrove ini dilakukan oleh Presdir BCA Jahja Setiaatmadja, CEO WWF Indonesia Efransjah, Kepala Bidang Kehutanan Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta Jaja Suarja, direksi anak perusahaan BCA, Sekretaris Perusahaan BCA Inge Setiawati, serta sejumlah karyawan BCA dan anak perusahaan BCA (BCA Insurance, BCA Syariah, BCA Sekuritas, BCA Life, dan CS Finance). Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian program kepedulian sosial Bakti BCA bertepatan dengan ulang tahun ke-58 BCA. Sebanyak 18.000 bibit pohon mangrove ditanam serentak di 9 daerah, yakni di Lamujung (Aceh Besar), Tanggamus (Lampung), Muara Gembong (Jawa Barat), Blanakan, Subang (Jawa Barat), Muara Kali Opak (Yogyakarta), Teluk Lamong (Surabaya), Wringin Putih (Banyuwangi), Sumberkima (Bali), dan Bengkayang (Kalimantan Barat). “Diharapkan upaya ini akan memberikan dampak positif bagi kelangsungan fungsi ekosistem secara sosial ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut,” kata Jahja. Sementara itu Efransjah menuturkan, dalam penanaman mangrove WWF-Indonesia menjadi penyambung antara publik dan korporasi seperti BCA dengan masyarakat di sekitar areal penanaman. Penanaman mangrove dilaksanakan oleh masyarakat, karena merekalah yang akan menerima manfaat langsung dan tidak langsung dari program ini. Masyarakat juga akan diperkaya dengan kegiatan budidaya baik kepiting atau ikan yang menggunakan kawasan hutan mangrove sebagai area pemijahan (berkembang biak). Aktivitas pemberdayaan masyarakat juga akan mencakup kegiatan konservasi di areal hutan mangrove, sehingga selain bisa menjadi dukungan sosial budaya, juga menjadi penunjang keanekaragaman hayati. (Arif RH/Gia)
Pemred Men’s Obsession Sahrudi Rais menyerahkan tropi dan piagam penghargaan ‘Best Private Sector Achievers’ kepada Jahja Setiaatmadja.[/caption] Acara tersebut dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua DPR RI Zulkifli Hasan, Ketua DPD RI Irman Gusman, Menko Polhukam Tedjo Edy Purdjiatno, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ferry Mursidan Baldan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mochamad Basoeki Hadimoeljono, dan Jaksa Agung HM Prasetyo. Juga hadir Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum DPP Partai Golkar (versi Munas Ancol) Agung Laksono, sejumlah anggota DPR, pengusaha, artis, dan lain sebagainya. Selain itu OMG juga memberikan penghargaan ‘Best of the Best Individual Achievers bidang Ekonomi’ kepada Presiden Direktur (Presdir) PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja. Penghargaan itu diberikan karena Jahja dinilai berperanan besar membangun perekonomian bangsa Indonesia. Selain itu pria yang ramah ini juga dinilai sukses membawa BCA menjadi bank swasta nasional yang terbesar di Indonesia. Pemimpin Redaksi majalah Men’s Obsession Sahrudi Rais menyerahkan tropi dan piagam penghargaan ‘Best Private Sector Achievers’ kepada Jahja Setiaatmadja. Sedangkan tropi dan piagam penghargaan ‘Best of the Best Individual Achievers bidang Ekonomi’ diserahkan oleh chairman OMG Usamah Hisyam. Dua penghargaan tersebut diharapkan semakin memacu kinerja BCA Di bawah kepemimpinan Jahja Setiaatmadja BCA meraih laba yang signifikan. Sepanjang 2014 BCA berhasil membukukan kinerja keuangan yang solid. Pendapatan bunga bersih naik 21,2% menjadi Rp 32,0 triliun. Pendapatan operasional lainnya meningkat 13,5% menjadi Rp 9,0 triliun. Pertumbuhan pendapatan operasional mendorong peningkatan laba bersih sebesar 15,7% menjadi Rp 16,5 triliun di tahun 2014, dari Rp 14,3 triliun pada tahun 2013. Dalam beberapa tahun terakhir BCA telah mengembangkan berbagai produk dan jasa keuangan yang lebih komprehensif, termasuk pengembangan lini-lini bisnis baru bersama dengan entitas anak di bidang perbankan Syariah (BCA Syariah), sekuritas (BCA Sekuritas), asuransi umum (BCA Insurance), remittance (BCA Finance Limited), dan kredit kendaraan bermotor roda dua (Central Sentosa Finance). Bisnis-bisnis tersebut terus menunjukkan hasil yang positif dan diharapkan dapat berkontribusi lebih baik terhadap profitabilitas BCA di masa mendatang. BCA Life (asuransi jiwa), yang dimiliki oleh BCA Sekuritas, telah mulai beroperasi pada triwulan keempat 2014 dan akan menambah kemampuan BCA dalam menyediakan produk-produk dan solusi keuangan yang lebih beragam bagi nasabah BCA. Anak perusahaan BCA yang telah lama berdiri, BCA Finance (pembiayaan kendaraan bermotor roda empat), terus memberikan kontribusi yang signifikan terhadap laba bersih BCA. Kegiatan Sosial Bank yang berdiri tanggal 21 Februari 1957 ini tak semata-mata hanya mengejar keuntungan, tetapi juga aktif melakukan kegiatan sosial melalui program Bakti BCA. BCA menyadari perkembangan BCA hingga saat ini pun harus diikuti dengan perkembangan masyarakat di sekitarnya. Dalam rangka merayakan ulang tahun ke-58 BCA memberikan bantuan kacamata baca gratis kepada siswa berekonomi lemah. [caption id="attachment_28203" align="alignnone" width="300"]
Pemeriksaan mata gratis untuk siswa[/caption] Selama Februari 2015, pemeriksaan mata dan bantuan kacamata baca dilaksanakan di 17 sekolah binaan BCA di tiga wilayah, yaitu di Gunungkidul (DIY), Tatakan (Serang), dan Gadingrejo (Lampung). BCA menyediakan 1.000 kacamata baca bagi siswa-siswi. Selain itu dalam rangka mendukung proses belajar di sekolah binaan Bakti BCA, BCA juga menyerahkan berbagai bantuan kepada sekolah binaan berupa bantuan buku untuk perpustakaan sekolah, pendukung lab komputer, dan fasilitas lainnya. Kiprah BCA yang lain di bidang sosial adalah aktif mengobati penyakit katarak. Saat ini Indonesia masuk dalam daftar tiga besar negara dengan jumlah penderita katarak terbanyak di dunia dan nomor satu di Asia Tenggara. Di Indonesia, penyakit katarak sudah menjadi masalah nasional. Oleh karena itu, Seksi Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (SPBK Perdami) gigih berjuang mengurangi angka kebutaan yang disebabkan oleh katarak. Selama dua dekade terakhir, sudah banyak kemajuan yang dicapai dalam penurunan angka kebutaan secara signifikan. Pada tahun 1990-an, angka kebutaan nasional sekitar 1,47 persen, sementara studi validasi Riskedas Perdami tahun 2013 memperlihatkan angka kebutaan nasional sebesar 0,6 persen. Hal ini bisa dicapai tentu berkat dukungan dari berbagai pihak, termasuk BCA yang menjadi mitra SPBK Perdami untuk menyelenggarakan operasi katarak secara gratis kepada masyarakat yang kurang mampu. [caption id="attachment_28204" align="alignnone" width="300"]
Presdir BCA Setiaatmadja secara simbolis memberikan sumbangan 13 unit alat operasi katarak dan 2 alat biometri kepada Seksi Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (SPBK Perdami) di Jakarta, 6 Maret 2015.[/caption] BCA memberikan sumbangan 13 unit alat operasi katarak dan 2 alat biometri kepada SPBK-Perdami, 6 Maret 2015. Penyerahan alat operasi katarak dan biometri secara simbolis dilakukan oleh Jahja Setiaatmadja kepada Sekretaris Jenderal Perdami M.Sidik, disaksikan Sekretaris Perusahaan BCA Inge Setiawati, Head of CSR BCA Sapto Rachmadi, dan jajaran manajeman Perdami. “Kami berharap bantuan 13 alat operasi katarak dan 2 alat biometri ini mendukung SPBK Perdami dalam mengerjakan misinya menurunkan angka buta katarak di Indonesia,” kata Jahja. Sementara itu M. Sidik mengatakan, alat-alat ini tentunya akan memudahkan SPBK Perdami melakukan operasi katarak. “Semoga kerja sama ini dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan untuk memerangi kebutaan akibat katarak di Indonesia,” katanya. Alat itu akan disebar ke berbagai cabang Perdami di Indonesia, khususnya daerah pedalaman hingga perbatasan yang tidak memiliki fasilitas yang memadai. “Kami juga melihat keaktifan dari cabang. Misalnya cabang di Aceh, dokternya sangat aktif, perempuan lagi. Lalu Sulawesi Selatan, karena angka kebutaan di sana cukup tinggi, bisa sampai 2,4 persen,” paparnya. Selain menyerahkan 13 alat operasi katarak dan 2 alat biometri kepada SPBK Perdami, BCA juga mendukung penyelenggaraan operasi katarak gratis di RS Klinik Medika Lestari Ciledug. Masih dalam rangkaian kegiatan sosial di HUT ke-58, BCA juga meresmikan dan melaksanakan pengobatan gratis di Klinik Bakti Medika Mangga Dua. BCA juga melaksanakan pengobatan gratis di Klinik Duri Utara, Jakarta Barat dan desa binaan BCA di Yogyakarta, serta melakukan aksi donor darah di Menara BCA Jakarta dan GOR Sumantri Brojonegoro, Jakarta. BCA Peduli Lingkungan dengan Tanam Pohon Mangrove Hutan mangrove bermanfaat besar bagi penduduk Indonesia yang sekitar 40%-50% tinggal di daerah dekat pantai, yakni mencegah abrasi dan tsunami, serta peresapan air laut ke daratan. Oleh karena itu, upaya-upaya pelestarian hutan mangrove perlu terus digalakkan karena Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak pantai. [caption id="attachment_28205" align="alignnone" width="300"]
Menanam pohon mangrove untuk melestarikan lingkungan hidup.[/caption] Rehabilitasi dengan penanaman pohon mangrove menjadi bagian dari program NEWtrees yang dicanangkan oleh World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia. Program ini berorientasi pada perbaikan fungsi ekosistem prioritas, dan juga sejalan dengan upaya yang sedang dilakukan oleh pemerintah dalam mengintegrasikan pembangunan sektoral dengan daya dukung lingkungan di tingkat bentang alam. Program NEWtrees turut mendukung dan berkontribusi mewujudkan komitmen pemerintah untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26% pada tahun 2020 dengan memperbanyak penanaman pohon dan reforestasi. Mengingat manfaatnya yang begitu besar, perlu peran serta seluruh elemen bangsa untuk bahu-membahu memberikan kontribusi dalam rehabilitasi dan pelestarian hutan mangrove. BCA turut ambil bagian dari upaya mulia tersebut. Bank swasta nasional terbesar di Indonesia ini bekerja sama dengan WWF-Indonesia serta pengelola Eko Wisata Mangrove Tol Sedyatmo, menanam pohon mangrove di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta, Rabu (18/3). Penanaman pohon mangrove ini dilakukan oleh Presdir BCA Jahja Setiaatmadja, CEO WWF Indonesia Efransjah, Kepala Bidang Kehutanan Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta Jaja Suarja, direksi anak perusahaan BCA, Sekretaris Perusahaan BCA Inge Setiawati, serta sejumlah karyawan BCA dan anak perusahaan BCA (BCA Insurance, BCA Syariah, BCA Sekuritas, BCA Life, dan CS Finance). Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian program kepedulian sosial Bakti BCA bertepatan dengan ulang tahun ke-58 BCA. Sebanyak 18.000 bibit pohon mangrove ditanam serentak di 9 daerah, yakni di Lamujung (Aceh Besar), Tanggamus (Lampung), Muara Gembong (Jawa Barat), Blanakan, Subang (Jawa Barat), Muara Kali Opak (Yogyakarta), Teluk Lamong (Surabaya), Wringin Putih (Banyuwangi), Sumberkima (Bali), dan Bengkayang (Kalimantan Barat). “Diharapkan upaya ini akan memberikan dampak positif bagi kelangsungan fungsi ekosistem secara sosial ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut,” kata Jahja. Sementara itu Efransjah menuturkan, dalam penanaman mangrove WWF-Indonesia menjadi penyambung antara publik dan korporasi seperti BCA dengan masyarakat di sekitar areal penanaman. Penanaman mangrove dilaksanakan oleh masyarakat, karena merekalah yang akan menerima manfaat langsung dan tidak langsung dari program ini. Masyarakat juga akan diperkaya dengan kegiatan budidaya baik kepiting atau ikan yang menggunakan kawasan hutan mangrove sebagai area pemijahan (berkembang biak). Aktivitas pemberdayaan masyarakat juga akan mencakup kegiatan konservasi di areal hutan mangrove, sehingga selain bisa menjadi dukungan sosial budaya, juga menjadi penunjang keanekaragaman hayati. (Arif RH/Gia)




























