Menhan Gelar Rapim Bahas Pertahanan Negara

Jakarta - Kementerian Pertahanan menggelar Rapat Pimpinan Kementrian Pertahanan (Rapim Kemhan) tahun 2015 di Aula Bhineka Tunggal Ika, Kemenhan, Jakarta Pusat. Rapat tersebut dipimpin oleh Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu yang juga didampingi oleh Kepala Staf Angkatan dan Kasum TNI mewakili Panglima TNI. Menurut Ryamizard, pembangunan pertahanan negara yang tangguh diperlukan untuk mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI serta keselamatan segenap bangsa Indonesia, menopang kemandirian ekonomi denngan mengamankan sumber daya maritim, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan. Hal ini sesuai dengan acuan lima poros maritim yang pernah dijelaskan oleh Presiden Jokowi, yaitu budaya maritim, kedaulatan pangan di laut, pengembangan infrastruktur dan konektifits maritim, diplomasi maritim serta kekuatan pertahanan maritim. Ryamizard juga menjelaskan untuk membangun pertahanan yang kuat memerlukan Alutsista yang canggih dan modern. Salah satu perwujudannya adalah dengan pembangunan industri pertahanan yang kuat, mandiri dan berdaya saing. "Pembangunan pertahanan negara tidak hanya ditujukan pada pertahanan militer yang sifatnya fisik saja, namun juga membangun dan disinergikan dengan pertahanan nirmiliter yang bersifat non fisik sebagai wujud kesemestaan," ujar Ryamizard dalam konferensi persnya di kantor Kemenhan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (17/12/2014). Dari aspek non fisik, lanjut dia, perlu dibangun kesadaran bela negara yang kokoh bagi para prajurit dan segenap warga negara indonesia. "Kesadaran bela negara perlu ditanamkan melalui internalisasi dan revitalisasi pancasila," katanya. Kemenhan bekerjasama dengan unsur pemerintah lainnya dalam menyelenggarakan menyelenggarakan program peningkatan nasionalisme dan membangkitkan wawasan kebangsaan. " Antara lain melalui intensifikasi program pembinaan kesadaran bela negara," pungkas Ryamizard. (Pur)





























