Minggu, 29 Mei 22

Rayakan HUT Kedua, Kelompencapir Gelar Seminar Merek Kolektif

Rayakan HUT Kedua, Kelompencapir Gelar Seminar Merek Kolektif
* Kelompok Notaris Pembaca, Pendengar, dan Pemikir (Kelompencapir) menggelar seminar nasional yang bertajuk  ‘Merek Kolektif Sebagai Solusi Bagi Koperasi dan UMKM untuk Meningkatkan Pertumbuhan Perekonomian Melalui Ekonomi Kreatif Pada Era Disrupsi” di Lagoon Garden, The Sultan Hotel, Jakarta, Jumat (14/1/ 2022).  (Foto: dok. Pribadi)

Jakarta, obsessionnews.com – Berawal dari sebuah diskusi informal bersama sejumlah teman yang memiliki ketertarikan terhadap edukasi, terutama di bidang hukum dan kenotariatan, Dewi Tenty Septi Artiany menggagas Kelompencapir. Sejak didirikan pada 2019 silam, kelompok diskusi ini berencana menggelar pertemuan offline sebulan sekali untuk mendiskusikan topik-topik yang berkaitan dengan kenotariatan.

Nama Kelompencapir merupakan singkatan dari Kelompok Notaris Pembaca, Pendengar, dan Pemikir. Selain itu, terinspirasi pula dari acara adu pengetahuan para petani se-Indonesia pada masa Orde Baru. Seperti idiom cogito ergo sum (saya berpikir maka saya ada), tujuan kelompok diskusi ini adalah untuk terus mengasah pikiran, menambah pengetahuan, dan belajar dengan cara yang tidak membosankan seperti training maupun seminar.

Dari diskusi perdana yang dihadiri sekitar 20 orang, selama pandemi diskusi yang diadakan Kelompencapir telah diikuti ratusan orang. Tidak hanya diikuti  notaris, diskusi juga turut dihadiri kalangan akademisi, praktisi, lawyer, banker, dan berbagai kalangan lainnya.

Untuk merayakan hari ulang tahun (HUT) keduanya, Kelompencapir menggelar seminar nasional di Lagoon Garden, The Sultan Hotel, Jakarta, Jumat (14/1/ 2022). Bertajuk  ‘Merek Kolektif Sebagai Solusi Bagi Koperasi dan UMKM untuk Meningkatkan Pertumbuhan Perekonomian Melalui Ekonomi Kreatif Pada Era Disrupsi”, acara yang diadakan secara hybrid ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, mulai dari pemerintahan, perbankan, hingga para praktisi.

 

Baca juga:

Teh Dete Ubah Mindset Masyarakat yang Tak Tercatat di Perusahaan Dianggap belum Bekerja

Teh Dete Luncurkan Buku “Teh Dete Penggerak Koperasi & UMKM”

 

 

 

Acara dibuka Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi didampingi Rully Nuryanto, staf ahli Bidang Ekonomi Makro Kemenkop UKM, dan Luhur Pradjarto, staf ahli Kemenkop UKM bidang hubungan antarlembaga. Pada sesi pertama membahas penggunaan merek kolektif sebagai upaya meningkatkan peran koperasi dan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian.

Sesi kedua membahas merek kolektif, bagaimana mendaftarkan HAKI sebagai perlindungan produk UMKM, dan potensi merek kolektif sebagai jaminan pada perjanjian kredit. Pemateri pada sesi ini, antara lain Santun Maspari Siregar, Direktur Perdata Kemenkumham, Prof. Dr. Ahmad M Ramli, dan Ashraf Farahnaz, Senior Vice President at PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Penggunaan merek kolektif pada produk UMKM untuk meningkatkan produktivitas dan ekonomi kreatif menjadi bahasan pada sesi ketiga dengan pembicara Ari Juliano Gema (Staf Ahli Menteri bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), Fetty Kwartati (Direktur Utama PT Sarinah, danAry Zulfikar (Ketua Umum Perkumpulan Bumi Alumni Unpad).

Teh Dete, sapaan akrab Dewi Tenty, mengungkapkan harapannya untuk Kelompencapir ke depan sebagai kelompok diskusi harus tetap konsisten, persistent, dengan ilmu hukum yang tidak ada habisnya bahasannya. (Nura)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.