Senin, 29 November 21

Rawan Longsor Jelang Lebaran, Alat Disiagakan

Rawan Longsor Jelang Lebaran, Alat Disiagakan

Padang, Obsessionnews – Dinas Prasarana Jalan dan Tata Ruang Pemukiman (Prasjal Tarkim) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menempatkan alat berat di titik ruas rawan longsor selama mudik dan balik lebaran sebagai antisipasi apabila terjadi longsor.

Gubenur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, alat berat ditempatkan agar bisa segera ditangani jika terjadi longsor sehingga pemudik bisa cepat sampai tujuan.

“Sejumlah titik ruas rawan longsor diantaranya daerah Kubu Karambia, Batusangkar. Jalan itu perlu dibersihlan dari tumpukan material di jalan sebelum tanggal 30 Juni. Kondisi jalan itu kini tengah dalam pengerjaan,” kata Irwan Prayitno usai rapat bersama Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi Kepala Dinas Prasjal Tarkim Sumbar Suprapto dan Kadishub Kominfo Sumbar Amran di istana gubernuran, Senin (20/6).

Gubernur menambahkan, pada saat lebaran masyarakat banyak melewati jalan Koto Baru, Tanah Datar untuk pulang kampung maupun liburan menuju Bukittinggi. Ruas jalan itu pada hari-hari sering macet dan bisa mencapai 6 jam. Bahkan pada saat lebaran bisa mencapai 11 jam.

Untuk menghindari kemacetan akan dibuat jalan alternatif satu arah dengan memotong jalan Kotobaru untuk menghindari kemacetan dengan membuat jalan secara permanen yang akan dianggarkan palingan cepat pada APBD perubahan,

“Kita telah menjalin komunikasi dengan walinagari, kepala dinas pasar, tokoh masyarakat dan bupati yang juga turun dengan tim untuk mencari alternatif untuk mengurangi kemacetan dengan beberapa pendekatan,” ujarnya.

Selain itu, ketika lebaran akan lakukan pembenahan insfrastruktur parkir, dengan mengupayakan tanah yang merupakan lahan untuk jalur Bypass untuk dijadikan tempat parkir, sehingga kendaraan tidak menumpuk di pinggir jalan. Membenahi insfrastruktur dipinggir jalan yang dapat menghambat kelancaran akses kendaraan.

Sedangkan untuk muatan bongkar muat, akan dibuatkan sebuah SOP terkait bongkar muat, sehingga tidak diperbolehkan lagi di jalan raya dan harus masuk ke dalam lokasi pasar.

“Senin depan sudah dapat dilakukan test fase untuk disosialisasikan kepada pengguna jalan yang melewati kawasan tersebut, sehingga seminggu sebelum lebaran sudah tidak ada kendala dan membuat kecewa masyarakat yang pulang kampung melewati jalan tersebut,” sebut Irwan. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.