Senin, 28 September 20

Ratusan Sekolah di Korsel Ditutup Lagi Karena Lonjakan Covid-19

Ratusan Sekolah di Korsel Ditutup Lagi Karena Lonjakan Covid-19
* Korea Selatan

Setelah sempat dibuka beberapa hari, ratusan sekolah di Korea Selatan (Korsel) harus ditutup lagi karena lonjakan kasus virus Corona (Covid-19) di negara yang sudah dinyatakan aman terhadap Covid-19 tersebut.

Ratusan sekolah di Korsel terpaksa ditutup hanya beberapa hari setelah dibuka kembali, karena ada lonjakan kasus Covid-19. Pada Rabu (27/5), lebih dari 800 sekolah kembali dibuka dan pemerintah meminta perusahaan untuk menerapkan jam kerja yang fleksibel bagi karyawan.

Namun hanya sehari kemudian, ada 79 kasus baru Covid-19, penambahan harian terbesar dalam dua bulan. Dilaporkan kasus-kasus baru tersebut antara lain terjadi di dekat daerah dengan penduduk padat.

Sekarang, pihak berwenang meminta warga untuk menghindari kerumunan, sementara taman dan museum ditutup. Sebagian besar kasus baru terkait dengan pusat distribusi di Bucheon, di sebelah barat ibu kota Seoul.

Gudang dijalankan oleh perusahaan e-commerce terbesar di negara itu, Coupang, dan para pejabat mengatakan fasilitas itu tidak sepenuhnya mematuhi langkah-langkah pengendalian infeksi.

Para pejabat kesehatan bahkan menemukan jejak Covid-19 pada sepatu dan pakaian pekerja. Mereka telah berhasil melacak dan menguji ribuan karyawan dari pusat fasilitas dan akan ada pemeriksaan lebih lanjut pada fasilitas distribusi lainnya di seluruh negeri selama dua minggu ke depan.

Ketakutan akan infeksi telah memaksa 251 sekolah di Bucheon tutup lagi setelah dibuka kembali, sementara ratusan lainnya menunda pembukaan kembali sekolah.

Seorang siswa di Seoul, yang ibunya bekerja di gudang Coupang, juga ditemukan terpapar virus corona. Otoritas kesehatan telah memberlakukan kembali beberapa pembatasan dan menyerukan kampanye jarak sosial yang lebih ketat selama dua minggu ke depan.

Tidak pernah ada karantina wilayah di Korea Selatan – sebaliknya negara ini mengandalkan pelacakan agresif dan langkah-langkah pengujian.

Sebagian besar dari langkah pembatasan sosial di negara ini besifat sukarela, namun pesan yang disampaikan kepada publik tentang langkah itu sangat emosional.

Pesannya adalah mematuhi langkah-langkah ini agar anak-anak bisa pergi ke sekolah dan menghentikan gangguan pada pendidikan mereka. Permohonan itu berhasil di masa lalu. Pejabat kesehatan berharap itu berfungsi sekali lagi. (BBC News Indonesia)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.