Sabtu, 13 Agustus 22

Ratu Ngadu Bonu Wulla Berjuang Melayani Masyarakat

Ratu Ngadu Bonu Wulla Berjuang Melayani Masyarakat
* Anggota DPR RI Fraksi Nasdem Ratu Ngadu Bonu Wulla. (Foto: Fikar Azmy/Obsession)

Obsessionnews.com – Bertugas di Komisi IX DPR RI, yang membidangi kesehatan, ketenagakerjaan, dan kependudukan, Anggota DPR RI Fraksi Nasdem Ratu Ngadu Bonu Wulla bersinggungan erat dengan kepentingan masyarakat. Untuk itu, dirinya harus bisa memastikan bahwa negara hadir memberikan perlindungan kepada masyarakat di sektor kesehatan.

“Kami harus memastikan pemerintah menyediakan infrastruktur kesehatan, seperti puskesmas dan rumah sakit maupun ketersediaan SDM kesehatan, baik itu dokter, perawat, atau bidan. Nah, ini menjadi persoalan terutama di daerah, bukan hanya di Nusa Tenggara Timur (NTT), tapi saya pikir di seluruh Indonesia,” ujar perempuan yang akrab disapa Ratu ini dikutip dari Majalah Women’s Obsession, Selasa (28/6/2022).

Perempuan kelahiran Waikabubak ini bersyukur berkat kerja keras Komisi IX kini telah hadir rumah sakit umum pusat yang bisa melayani masyarakat di NTT mulai Agustus yang akan datang. Komisi juga mendorong dibangunnya puskesmas di sekitar 23 kabupaten kota. Namun, isu kesehatan yang masih terus disoroti di daerah pemilihannya itu masalah stunting atau gizi buruk.

“Di Nusa Tenggara Timur angka stunting sangat tinggi, dan dapat menjadi ancaman hilangnya generasi hebat dalam waktu 10 hingga 20 tahun ke depan jika tidak segera diatasi,” ucapnya.

Edukasi dan sosialisasi terkait dengan masalah stunting gencar digalakkan dari tingkat desa, kecamatan, hingga provinsi, agar seluruh masyarakat bisa bergandengan tangan melawannya. Pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita turut menjadi prioritas, supaya mereka tetap semangat memerangi persoalan gizi buruk ini.

Minimnya infrastruktur diakui Ratu masih perlu ditingkatkan di NTT. Permasalahan air bersih kerap ditemui saat dirinya berkeliling guna menyerap aspirasi konstituen pada saat reses di Dapil. Sementara, untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan, telah didirikan Balai Latihan Kerja (BLK) khususnya bagi mereka yang putus sekolah, agar memiliki keterampilan dan pengetahuan memadai.

“Dengan keahlian yang dimiliki diharapkan mereka dapat mandiri dan mengurangi jumlah pekerja migran ke luar negeri. Di Pulau Sumba sendiri saat ini telah berhasil didirikan 10 BLK,” kata Ratu.

Tak ingin pulang ke daerahnya dengan tangan kosong, Ratu selalu membawa program untuk menjawab aspirasi masyarakat. Di antaranya adalah bantuan beasiswa untuk berbagai jenjang pendidikan, tak terkecuali bagi siswa berkebutuhan khusus.

“Lalu, ada pula pemberian alat pertanian, seperti seperti mesin giling jagung dan hand tractor untuk mendongkrak hasil panen petani,” tambahnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.