Kamis, 27 Januari 22

Ratu Maxima Dari Belanda Apresiasi Program Inklusif di Indonesia

Ratu Maxima Dari Belanda Apresiasi Program Inklusif di Indonesia

Jakarta, Obsessionnews.com – Hari ini, Kamis (1/9/2016) Bank Indonesia (BI) kedatangan Ratu Maxima dari Belanda. Kunjungannya tersebut bertujuan untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan program keuangan inklusif baik global maupun di Indonesia.

Ratu Maxima hadir bersama rombongannya yaitu Duta Besar Belanda di Indonesia, United Nations Resident Coordinator di Indonesia, serta delegasi United Nation Secretary – General’s Special Advocate For Inclusive Finance For Development (UNSGSA)

Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo mengatakan saat menyambut Ratu Maxima, bahwa keuangan inklusif telah menjadi prioritas nasional Indonesia. Hal tersebut dengan pertimbangan bahwa potensi keuangan inklusif di Indonesia masih sangat besar, berdasarkan hasil survei Bank Dunia (2014), hanya sebesar 36 % dari penduduk dewasa yang memiliki rekening di Bank.

“Sebagai pedoman untuk implementasi keuangan inklusif, sejak tahun 2012, Bank Indonesia (BI) dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) berkoordinasi dengan Kemenko Perekonomian, Kemenkeu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bappenas memprakasai pedoman Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI),” katanya, di Gedung BI Pusat, Jakarta, Kamis (1/9).

Ia menuturkan sebagai otoritas sistem pembayaran, untuk mendukung implementasi SNKI, BI mendukung peningkatan keuangan inklusif melalui pengembangan di sistem pembayaran dengan penggunaan instrumen non tunai.

Program unggulan keuangan inklusif yang dilakukan BI, yaitu (1) Pengembangan inovasi saluran distribusi, produk dan jasa dalam bentuk Layanan Keuangan Digital (LKD) untuk memfasilitasi intermediasi, (2) Penyaluran Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) secara non tunai, (3) Interkoneksi antar penerbit uang elektronik, (4) Remitansi secara Non Tunai, (5) Perluasan ekosistem melalui Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), dan (6) Edukasi Keuangan.

“Kami berperan dalam pengembangan UMKM melalui program Pencatatan Transaksi Keuangan (PTK) dan Program Pengendalian Inflasi. Secara global, pihaknya juga aktif dalam mendukung inisiatif global dalam Financial Inclusion. Hal tersebut tercemin dalam kepemimpinan BI dalam forum G20, Alliance for Financial Inclusion (AFI), Working Group Financial Inclusion (WG FINC) ASEAN, World Bank, APEC dan OECD,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Ratu Maxima apresiasi terhadap perkembangan program keuangan inklusif di Indonesia yang telah meningkatkan akses keuangan bagi masyarakat berpendapatan rendah.

Dengan kunjungan dari Ratu Maxima tersebut, BI berharap ia dapat mendukung implementasi program keuangan inklusif di Indonesia. (Aprilia Rahapit)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.