Rabu, 12 Agustus 20

Rating Bukalapak di App Store Terus Merosot

Rating Bukalapak di App Store Terus Merosot
* Achmad Zaky bertemu presiden Jokowi. (Foto: Dokumentasi Kepresidenan)

Jakarta, Obsessionnews.com – Cuitan CEO Bukalapak Achmad Zaky dianggap mendukung capres nomor urut 02 Prabowo Subianto ternyata berbuntut panjang. Gerakan tagar #uninstallbukalapak kemudian muncul dan menjadi tranding topik.

Bahkan meski sudah menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka pada hari Sabtu pagi kemarin, belakangan terlihat rating aplikasi marketplace tersebut terus merosot di kalangan pengguna Apple di App Store.

Hingga Minggu pagi ini, (17/2/2019) rating aplikasi Bukalapak di kalangan pengguna Apple di App Store berada di angka 3,0. Angka itu tak berubah dengan hasil pantauan pada Sabtu malam lalu.

Sementara pada Sabtu sore sebelumnya, 16 Februari 2019, sekitar pukul 15.30 WIB, rating aplikasi Bukalapak berada di level 3,2. Dengan demikian, hanya dalam kurun waktu 7 jam rating Bukalapak turun 0,2 poin.

Adapun pada Jumat sore, (15/2) rating aplikasi Bukalapak di App Store berada di angka 4,3. Artinya, dalam kurun waktu sekitar 30 jam rating aplikasi Bukalapak turun 1,1 poin atau 26 persen.

Berbeda dengan pantauan di laman Play Store. Pada Sabtu, (16/2) pukul 22.00 WIB aplikasi Bukalapak meraih rating 4,2 dengan jumlah yang memberi review terhadap aplikasi itu sebanyak 1.022.598 orang. Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan bila dibandingkan dengan rating sehari sebelumnya.

Pada Jumat siang, (15/2) pukul 11.38 WIB rating Bukalapak di Play Store turun dari 4,5 menjadi 4,1 dengan jumlah pe-review aplikasi itu sebanyak 967.232 orang. Tambahan jumlah orang yang melakukan review terhadap aplikasi sebanyak 5,7 persen dalam kurun waktu lebih dari 24 jam itu mendongkrak rating Bukalapak.

Perubahan rating aplikasi Bukalapak menjadi perhatian publik terutama karena sebelumnya beredar kampanye uninstall Bukalapak yang populer di media Twitter. Hal ini terjadi setelah cuitan CEO Bukalapak Achmad Zaky mengenai industri 4.0 viral, pada Kamis, 14 Februari 2019.

Zaky mengatakan omong kosong industri 4.0 kalau budget riset dan pengembangan negara seperti saat ini. Dia menunjukkan data perbandingan dana riset dengan negara-negara lain.

Menurut Zaky, dana riset dan pengembangan di Amerika sebesar US$ 511 miliar, Cina US$ 451 miliar, Jepang US$ 165 miliar, Jerman US$ 118 miliar, Korea US$ 91 miliar, Taiwan US$ 33 miliar, Australia US$ 23 miliar, Malaysia US$ 10 miliar, Singapore US$ 10 miliar, dan Indonesia US$ 2 miliar. “Mudah-mudahan presiden baru bisa naikin,” tulis akun @achmadzaky. Cuitan itu kemudian dihapus, tapi screenshoot sudah tersebar viral.

Dalam hitungan beberapa jam, cuitan itu viral hingga muncul tagar #uninstallbukalapak. Beberapa waktu kemudian, akun Achmad Zaky kembali menulis bahwa twit yang dia buat telah viral. “Bangun-bangun viral tweet saya gara-gara ‘presiden baru’, maksudnya siapa pun, bisa Pak Jokowi juga. Jangan diplintir ya 🙂 lets fight for innovation budget,” tulis akun @achmadzaky.

Menurut Zaky, tujuan dari tweetnya adalah menyampaikan fakta bahwa dalam 20 sampai 50 tahun ke depan, Indonesia perlu investasi di riset dan sumber daya manusia kelas tinggi. Bos Bukalapak ini mengatakan jangan sampai Indonesia kalah sama negara-negara lain.

Berikut pergerakan rating Bukalapak di App Store:

– Jumat sore (15 Februari 2019) rating 4,3

– Sabtu sore (16 Februari 2019) rating 3,2

– Sabtu malam (16 Februari 2019) pukul 22.30 WIB rating 3,0

– Ahad pagi (17 Februari 2019) rating 3,0
(Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.