Rabu, 19 Juni 19

Rasulullah Pernah Tunda Salat Jenazah, Ini Alasannya

Rasulullah Pernah Tunda Salat Jenazah, Ini Alasannya
* Ilustrasi salat jenazah (foto: aswajanucenterjatim.com)

Jakarta, Obsessionnews.comNabi Muhammad Saw mewasiatkan tiga hal yang harus disegerakkan, dan tidak boleh ditunda-tunda.

Nabi berkata kepada Ali, “Wahai Ali, ada tiga perkara yang tidak boleh engkau tunda, yakni salat jika telah tiba waktunya, jenazah apabila telah hadir, dan wanita apabila telah ada calon suami yang sekufu.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad; hasan)

Salah satu dari tiga perkara tersebut ialah jangan menunda-nunda mengurus jenazah. Namun suatu kali dikisahkan bahwa Nabi pernah menunda untuk menyalati jenazah. Apa alasannya?

Dari Jabir bin Abdillah RA, berkata, “Seorang laki-laki meninggal dunia dan kami pun memandikan jenazahnya, lalu kami mengafaninya dan memberi wangi-wangian. Kemudian kami letakkan untuk dishalatkan oleh Rasulullah Saw di tempat khusus jenazah. Kemudian adzan salat pun berkumandang. Beliau pun datang bersama kami dengan melangkah pelan kemudian bersabda, ‘Barang kali rekan kalian ini punya hutang?’

Mereka menjawab, ‘Ya, dua dinar!’ Maka Rasulullah pun mundur, beliau berkata, ‘Salatkanlah rekan kalian ini.’

Lalu berkatalah salah seorang dari kami bernama Abu Qatadah, “Wahai Rasulullah utangnya yang dua dinar itu atas tanggunganku!’

Maka Rasulullah Saw berkata kepadanya, “Hutang itu menjadi tanggunganmu? Tertanggung dari hartamu? Dan si mayit terlepas daripadanya?”

Abu Qatadah menjawab, “Ya!”

Maka setelah beberapa lama Nabi pun menyalatinya dan setiap kali Nabi bertemu dengan Abu Qatadah beliau selalu bertanya, “Apakah hutang dua dinar itu telah engkau lunasi?”

Hingga pada akhirnya Abu Qatadah mengatakan, “Aku telah melunasinya wahai Rasulullah.” Maka Rasulullah berkata, “Sekarang barulah segar kulitnya!’” (HR. Ahmad, Hakim dan Baihaqi).

Akibat Hutang

Berikut beberapa hadits yang menerangkan tentang hutang:

“Siapa saja yang berhutang, sedang ia berniat tidak melunasi hutangnya maka ia akan bertemu Allah sebagai seorang pencuri.” (HR. Ibnu Majah)

“Jiwa seorang Mukmin itu terkatung-katung dengan sebab hutangnya sampai hutang (tersebut) dilunasi.” (HR. Ahmad)

“Sesungguhnya, apabila seseorang terlilit utang, maka bila berbicara ia akan dusta dan bila berjanji ia akan pungkiri.” (HR. Bukhari Muslim)

“Orang yang mati syahid diampuni seluruh dosanya, kecuali hutang.” (HR. Muslim).

“Menunda-nunda (pembayaran hutang) dari orang yang mampu adalah kezhaliman.” (HR. Bukhari Muslim).

“Apabila ruh telah berpisah dari jasad (meninggal dunia), sedang ia terbebas dari tiga perkara: kesombongan, ghulul (korupsi) dan hutang niscaya ia masuk surga.” (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Wallahu A’lam bish Shawab…

(Vina Dikutip dari berbagai sumber)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.