Selasa, 19 Oktober 21

Raskin dan OP Beras Murah Bantu Penurunan Harga

Raskin dan OP Beras Murah Bantu Penurunan Harga

Bandung, Obsessionnews – Penggelontoran beras miskin (Raskin) dan Operasi Pasar (OP) beras murah, dinilai mampu menyetabilkan harga di pasaran. Dalam kurun waktu Februari-Maret tahun ini, sebanyak 90 ribu ton raskin digelontorkan untuk kota dan kabupaten di Jawa Barat.

Demikian dijelaskan Kepala Bulog Divre Jawa Barat, Alif Apandi, Jumat (20/3). “Penggelontoran raskin ini sangat berpengaruh terhadap harga beras yang melambung dan memperkecil biaya pengeluaran masyarakat,” paparnya.

Ia menegaskan, OP beras murah akan tetap digelar di berbagai kota/kabupaten di Jawa Barat hingga akhir Maret 2015. “Hal ini akan mempersempit kemungkinan adanya spekulan dan para penimbun untuk mempermainkan harga beras “Saya kira sekarang tidak mungkin ada spekulan atau penimbun yang sengaja mempermainkan harga beras, karena beras saat ini melimpah di pasaran,” tandas Alif.

Untuk pembelian gabah sendiri pasca panen raya di Indramayu oleh Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, kondisi saat ini dinilai lebih membaik hingga mencapai harga Rp4600/kg. “Bulog sendiri membeli gabah dari petani sesuai dengan harga yang dipatok pemerintah berkisar Rp3700-4650/kg. Sementara untuk pembelian beras dari petani yang sampai di gudang bulog seharga Rp7300/kg,” jelasnya.

Alif mengaku, tidak adanya raskin selama 3 bulan sebelumnya, yaitu sekitar bulan Oktober-Desember 2014, membuat masyarakat kesulitan untuk mendapatkan beras murah. Sehingga, kata dia, dengan digelontorkannya raskin selama ini cukup membantu masyarakat miskin dan penyesuaian stabilitas harga di pasaran.

“Penggelontoran raskin, digelarnya sejumlah Operasi Pasar beras dan panen raya diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga relatif murah,” ujarnya.

beras op kircon1

Terkait dengan kewajaran harga beras di pasaran, Alif menerangkan yang pasti Bulog hanya menerima pembelian dari pemerintah sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yaitu Rp7300/kg, sementara para petani yang menjual langsung berasnya ke pasaran, ada beberapa kriteria.

Dijelaskan, seperti beras medium berkisar Rp8000/kg, beras premium berkisar Rp10.000/kg serta beras istimewa sepeti pandan wangi dan Cianjur bisa mencapai Rp11-12 ribu setelah dikalkulasikan dengan biaya operasional lainnya.

“Jadi, harga pembelian gabah dari Bolug ke para petani tersebut tidak mungkin merugikan petani, karena sudah ada aturannya secara tersistem dengan istilah HPP,” ucap Alif. Ia pun merencanakan, seiring dengan mulai adanya panen beras di beberapa tempat, operasi pasar beras akan segera dikurangi agar petani tidak dirugikan. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.