Sabtu, 4 Februari 23

Rapat dengan Facebook, DPR Ancam Blokir

Rapat dengan Facebook, DPR Ancam Blokir
* Wakil Ketua Fraksi Golkas DPR RI Meutya Hafid.

Jakarta, Obsessionnews.com – Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar hari ini, Rabu (17/4/2018), mayoritas anggota Komisi I DPR RI kecewa dengan jawaban Facebook soal kebocoran 1 juta data pengguna Facebook yang diserahkan ke firma analis Cambridge Analytica (CA).

Akibat ketidakpuasan itu, maka DPR mengancam untuk membekukan sementara layanan Facebook di Indonesia. Dalam rapat bersama DPR Facebook tak membawa dokumen konkret yang diminta Komisi I DPR RI, berupa nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Facebook dan pengembang pihak ketiga yang menyerahkan data pengguna ke CA.

Wakil Ketua Fraksi Golkas DPR Meutya Hafid mengatakan, seharusnya Facebook lebih dulu mempersiapkan dokumen tersebut sebelum ikut RDPU. Dan bisa memberikan penjelasan yang rinci soal kebocoran data pengguna Facebook di Indonesia.

“Kalau rapat dengan DPR itu sudah menjadi kebiasaan untuk menyerahkan data-data konkret. Bahkan pemerintah pun kalau rapat dengan DPR akan membuka data, apalagi kalau ada nota kesepakatan hukum,” kata Meutya .

DPR tak percaya dengan penjelasan Facebook. Meutya menduga masih banyak yang ditutup-tutupi. “Kami hanya menerima pernyataan sikap tanpa ada dokumen. Artinya kalau cuma itu kami juga tidak bisa percaya klaim Facebook,” ia menambahkan.

Meutya menegaskan, jika Facebook tak memberikan penjelasan yang memuaskan hingga RDP usai, tak menutup kemungkinan Komisi I DPR bakal memberikan rujukan ke pemerintah untuk melayangkan moratorium pemberhentian layanan sementara, alias dibekukan.

“Tidak tabu untuk pemerintah memberikan moratorium ke Facebook, sampai ada komitmen dan investigasi menyeluruh, serta perbaikan,” kata dia

Sementara itu Anggota Komisi I DPR RI Sukamta menambahkan, jika Facebook tak punya MoU, artinya memang jejaring sosial tersebut ceroboh dan lalai. Pasalnya, sanksi atas pelanggaran harusnya diatur dalam MoU.

“Artinya Facebook memang tidak peduli dengan data pengguna. Kalau tidak ada MoU, tidak heran pihak ketiga menyerahkan data pengguna ke pihak lain,” kata Sukamta.

Kepala Kebijakan Publik Facebook Asia Pacific (APAC), Simon Miller mengatakan tak bisa memenuhi permintaan Komisi I DPR RI, karena memang tak ada MoU antara pihaknya dengan pengembang aplikasi.

“Tak ada specific agreement antara kami dan Kogan (selaku pengembang pihak ketiga yang membocorkan data ke CA). Hanya ada antara Kogan dan CA. Kami tidak punya dokumen khusus atau MoU khusus,” ia menuturkan. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.