Selasa, 21 September 21

Ramadhan, Bandung Razia Gepeng dan Punk

Ramadhan, Bandung Razia Gepeng dan Punk
* Dodi Ridwansyah dan Meiwan

Bandung, Obsessionnews – Antisipasi maraknya gelandangan dan pengemis (gepeng) bulan Ramadhan, 15 titik di kota Bandung dijaga ketat aparat gabungan.

Menurut Kepala Dinas Sosial Kota Bandung Dodi Ridwansyah, ke-15 titik itu merupakan kawasan yang sangat rawan didatangi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) apalagi saat datangnya bulan suci Ramadhan.

Dodi menjelaskan ke-15 titik tersebut menyebar di wilayah-wilayah Bandung, mulai dari Bandung Barat, Selatan, timur, tengah dan pusat kota. Wilayah tersebut diantaranya meliputi Pintu Tol Pasir koja, Tol Pasteur, perempatan Buah Batu, perempatan Samsat, daerah Stadiun Persib, Jalan Ahmad Yani, Leuwi Panjang, Cipaganti dan Cihampelas.

gepeng1

Dodi menambahkan jika Pintu Tol Pasirkoja dan Pasteur menjadi tempat yang punya perhatian khusus. Karena menurutnya, titik tersebut menjadi salah satu tempat masuknya para pendatang ke Kota Bandung.

Selain akan mengurangi eksodus PMKS, Dinsos juga akan bekerja sama dengan Kodim 0618/BS untuk menjangkau anak punk, yang cukup mengganggu masyarakat.

“Kami akan bergerak operasi siang malam kerjasama dengan kodim untuk menjangkau anak punk,”ungkapnya, Rabu (17/6/2015).

punk

Untuk menjangkau gelandangan dan pengemis, ia beserta Satpol PP sudah bergerak mulai Selasa kemarin (16/6). Dodi juga mengatakan jika kebanyakan PMKS itu berasal dari luar Kota Bandung.

“Kemarin kita sudah bergerak bersama Satpol PP untuk menjangkau gelandangan dan pengemis dan terus dilakukan menjelang dan saat Ramadhan,”tuturnya. Dodi menjelaskan jika sesuai jumlah pendataan di tahun 2014, ada sekitar 89 gepeng berhimpun di Kota Bandung. Namun katanya dari Oktober hingga sekarang jumlah gepeng di Bandung mengalami penurunan.

punk2

Menurut Dodi yang jadi permaslahannya itu sekarang adalah banyaknya pengamen jalanan dan anak punk yang masih ada.

“Nampaknya pengamen jalanan dan anak punk masih ada. Kita akan kerjasama dengan Disbudpar Kota Bandung agar bisa memberi ruang ekspresi kepada meraka agar tidak mengamen di jalan,” pungkasnya. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.