Jumat, 22 Oktober 21

Rama Mamuaya Raih Kesuksesan di Industri Kreatif Digital

Rama Mamuaya Raih Kesuksesan di Industri Kreatif Digital
* Rama Mamuaya, Chief Executive Officer (CEO) DailySocial. (Foto: Sutanto/obsessionnews.com)

Jakarta, ObsessionnewsNamanya cukup populer di jagad industri kreatif digital. Dia pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) DailySocial. Dimulai sejak 2008, DailySocial merupakan jaringan media yang fokus ke teknologi terbesar di Indonesia dan berbasis di Jakarta. Dewasa ini DailySocial memiliki beberapa properti media, yakni DailySocial.net, Trenologi.com dan Korpora.net. Selain properti media, DailySocial juga secara rutin mengadakan event-event seputar teknologi di berbagai kota di Indonesia.

Rama Mamuaya sering kali menjadi pembicara dalam seminar tentang industri digital di tanah air. Dia memaparkan berbagai kendala yang acap kali terjadi dalam memulai bisnis di industri digital ini. Rama menceritakan sendiri perjalanan hidupnya ketika memulai bisnis digitalnya dari nol hingga meraih kesuksesan dan dikenal seperti saat ini.

Dia mencintai komputer sejak usia tujuh tahun ketika kelas 2 SD. Ia banyak belajar dari ayahnya yang bekerja sebagai progamer di sebuah bank swasta di Jakarta. Sejak SD Rama jatuh cinta pada programing, komputer, dan internet. Semuanya ibarat sebuah jendela, yang meskipun dia terkurung di dalam kamar, tapi dia juga merasa berada di Amerika dan Eropa di saat yang bersamaan. Sejak kecil sampai sekarang dia tidak bisa lepas dari ponsel, internet dan komputer.

Rama optimis bisnis aplikasi digital di Indonesia berprospek cerah, karena memiliki pasar yang sangat besar. “Di Indonesia sejumlah industri digital mendapat investasi dari dalam negeri dan luar negeri. Dan berkat suntikan investasi tersebut sejumlah industri digital semakin berkembang,” tutur Rama ketika ditemui obsessionnews.com di sebuah hotel di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ia memberi sebuah contoh situs detik.com yang merupakan situs berita pertama di Indonesia tahun 1998. Detik.com Budiono Darsono (eks wartawan tabloid DeTIK), Yayan Sopyan (eks wartawan tabloid DeTIK)), Abdul Rahman (mantan wartawan majalah Tempo), dan Didi Nugrahadi. Semula peliputan utama detik.com terfokus pada berita politik, ekonomi, dan teknologi informasi. Setelah situasi politik mulai reda dan ekonomi mulai membaik, detik.com memutuskan juga menayangkan berita hiburan dan olah raga. Pada 3 Agustus 2011 CT Corp mengakuisisi detik. com. Sejak tanggal itulah secara resmi detik.com berada di bawah Trans Corp. Chairul Tanjung, pemilik CT Corp, membeli detik.com dengan nilai US$60 juta atau Rp 540 miliar. Di bawah pengelolaan manajemen CT Corp, detik.com kian berkibar.

Kepiawaian Rama di industri kreatif digital menarik perhatian panitia BeKreatif (Gebyar Seni Kreatif) Indonesia 2015. Pria ini lalu direkrut menjadi juri kompetisi aplikasi kreatif digital dalam ajang BeKreatif Indonesia 2015 yang akan digelar di Bandung pada November mendatang.

Menurutnya, BeKreatif Indonesia 2015 ajang yang bagus untuk mempromosikan potensi-potensi besar di sektor aplikasi kreatif digital. Rama berharap pemenang lomba aplikasi kreatif digital nantinya dilirik kalangan investor raksasa dari dalam negeri dan luar negeri. (Arif RH)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.