Senin, 27 September 21

Rakyat Yaman Sambut Meriah Habib Rizieq

Rakyat Yaman Sambut Meriah Habib Rizieq
* Habib Rizieq Syihab.

Saya sebagai WNI yang sedang belajar dan mencari ilmu di Hadhromut, Yaman. Mengatakan dan menulis di bawah ini dengan penuh kejujuran, bahwa:

Ada Salah Satu Orang Tarim yang mengatakan : Orang itu (Habib Rizieq) wali tanpa keraguan dan datang dengan cahaya
Rakyat Yaman Sambut kedatangan Habib Rizieq.

Beberapa har dani ini rakyat Yaman khusus-nya Tarim Hadramaut sedang memperbincangkan sesosok ulama yang mampu mengumpulkan umat hingga mencapai 7 juta lebih.

Beberapa kali saya bertemu dengan warga Tarim di pasar,toko,masjid, dan lain-lain mereka selalu bertanya-tanya perihal keadaan Habib Rizieq. Tidak sedikit dari mereka mengatakan “Sayyid Rizieq telah datang dengan wajah yang bercahaya”.

Ada pula beberapa dari mereka mengatakan: “Sayed Rizieq itu 100% wali tanpa ada keraguan”. Para Ulama dan Habaib Tarim pun turut menyambut kedatangan beliau.

Beliau sempat berziarah ke Qalbu Tarim Alhabib Abdulloh bin Muhammad Bin Syihab,beliau juga di undang berbuka puasa oleh Mufti Alhabib Ali Masyhur bin Hafidz,beliau juga berkunjung ke kediaman Alhabib Omar Bin Hafidz untuk bertukar pikiran,serta beliau juga berziarah ke makam2 para waliyulloh. Tidak mau kala para santri-santri Indonesia yang menimbah ilmu di kota sejuta wali juga menyambut kedatangan beliau.banyak dari para santri berebut ingin mencium tangan beliau serta meminta do’a.

Namun, yang saya herankan tidak sedikit pula dari warga tarim yang mendatangi beliau untuk berjabat tangan.Namun, dengan segala ketawaduannya saya menyaksikan dengan mata saya sendiri beliau tidak mau di cium tangannya oleh warga tarim.
Demi Allah kecintaan saya semakin bertambah kepada beliau.

Banyak dari kawan-kawan saya yang duduk di sekitar beliau pada saat khatam Alquran di masjid muhdor pada malam 29 Ramadhan menyaksikan beliau menangis berkali-kali.

Bahkan terakhir tadi setelah sholat Ied saya bertemu dengan seorang Badui. Badui itu katakan kepada saya: “Sampaikan salam saya padanya,saya berusaha mengejarnya namun karna tongkat yang saya gunakan jatuh saya tertinggal jauh olehnya. Terakhir Badui tersebut katakan itu orang wali besar”. (hmad bin Ali Alhaddad)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.