Selasa, 21 September 21

Rakyat Tercekik 10 ‘Kekonyolan’ Ekonomi

Rakyat Tercekik 10 ‘Kekonyolan’ Ekonomi

Jakarta, Obsessionnews – Pengamat Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng yang juga Peneliti The Indonesia for Global Justice (IGJ) menyoroti kelemahan ekonomi pemerintahan Jokowi-JK sekarang ini. Dalam pesan BBM-nya kepada obsessionnews.com, Rabu (13/5/2015), ia memaparkan beberapa kelemahan tersebut sebagai berikut:

1. PERTUMBUHAN EKONOMI MELAMBAT; Ekonomi Indonesia triwulan I-2015 terhadap triwulan I-2014 (y-on-y) tumbuh 4,71 persen MELAMBAT dibandingkan pertumbuhan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,14 persen.

2. EKSPOR TURUN ; Nilai ekspor Januari–Maret 2015 mencapai US$39,13 miliar atau turun 11,67 persen dibanding ekspor periode yang sama tahun 2014, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$33,43 miliar atau turun 8,23 persen.

3. IMPOR MENINGKAT ; Nilai impor Maret 2015 sebesar US$12,58 miliar, NAIK 9,29 persen disbanding impor Februari 2015 dan turun 13,39 persen jika dibanding impor Maret 2014.

4. IMPOR MIGAS MENINGKAT ; Impor migas Maret 2015 sebesar US$2,27 miliar, naik 31,89 persen disbanding Februari 2015 (US$1,72 miliar).

5. NILAI EKSPOR MENURUN ; Nilai ekspor Indonesia Maret 2015 mencapai US$13,71 miliar, TURUN 9,75 persen (year-on-year).

6. NILAI TUKAR PETANI MENURUN ; Nilai Tukar Petani (NTP) April 2015 TURUN 1,37 persen dibanding Maret 2015.

7. INFLASI NAIK ; Inflasi April 2015 sebesar 0,36 persen akibat kenaikan indeks pada komponen inti (core) 0,24 persen, komponen yang harganya diatur pemerintah (administered prices) 1,88 persen.

8. NILAI TUKAR RUPIAH TERUS MEROSOT ; Hari ini 13 Mei 2015 rupiah bertengker pada posisi 13.202 / US dolar.

9. CADANGAN DEVISA MENURUN ; Posisi cadangan devisa lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir Februari 2015 sebesar 115,5 miliar dolar AS. Penurunan posisi cadangan devisa tersebut akibat peningkatan pengeluaran untuk pembayaran utang luar negeri Pemerintah dan dalam rangka stabilisasi nilai tukar Rupiah.

10. REALISASI PENERIMAAN PAJAK MENURUN ; Realisasi penerimaan pajak menurun 5,63%, dari Rp 210,057.05 triliun sampai Maret 2014, menjadi Rp 198,226.53 triliun Meret 2015.

“Bahkan, rakyat akan terus tercekik dengan kenaikan harga BBM, tarif dasar listrik, gas elpiji dan harga-harga kebutuhan pokok,” ungkap Salamuddin Daeng. (Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.