Sabtu, 25 Maret 23

Raja Salman Apresiasi Kerukunan Antarumat Beragama di Indonesia

Raja Salman Apresiasi Kerukunan Antarumat Beragama di Indonesia
* Presiden Jokowi dan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz al-Saud, menggelar pertemuan dan dialog dengan 28 tokoh agama. Pertemuan digelar di Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta, Jumat (3/3/2017).

Jakarta, Obsessionnews.com – Presiden Jokowi dan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz al-Saud, menggelar pertemuan dan dialog dengan 28 tokoh agama. Pertemuan yang diprakarsai oleh pemerintah Indonesia tersebut digelar di ruang pertemuan di Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta, Jumat (3/3/2017).

Kepada sejumlah tokoh agama tersebut, Raja Salman mengapresiasi kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Raja juga berharap agar setiap warga negara dapat memegang teguh nilai-nilai toleransi di masyarakat.

“Stabilitas Indonesia merupakan buah dari semangat toleransi dan hidup berdampingan di antara semua lapisan penduduk Indonesia. Kita hendaknya dapat bekerja sama untuk terus menjalin komunikasi dengan dialog di antara umat beragama agar dapat memperkuat nilai-nilai toleransi,” ujar Raja Salman.

Selain itu, raja berjuluk Penjaga Dua Tanah Suci itu juga mendorong seluruh pihak untuk aktif menjaga perdamaian. Oleh karenanya, segala bentuk radikalisme dan ekstremisme yang makin menggejala disebutnya sangat penting untuk ditanggulangi.

“Semua agama berusaha untuk menjaga hak-hak manusia dan kebahagiaan mereka. Karenanya penting untuk memerangi radikalisme dan ekstremisme yang ada,” tuturnya.

Presiden Jokowi sendiri memperkenalkan secara singkat para tokoh lintas agama yang hadir dalam pertemuan tersebut. Semua yang hadir tersebut merupakan representasi dari kemajemukan yang ada di Indonesia.

“Yang Mulia Sri Baginda Raja Salman bin Abdul Aziz al-Saud, hadir dalam pertemuan kali ini wakil dari agama Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Kehadiran beliau-beliau semuanya merupakan representasi perwakilan dari kemajemukan yang ada di Indonesia,” ujar Presiden.

Para tokoh lintas agama tersebut menjadi salah satu pilar dari terciptanya harmoni yang ada di Indonesia. Harmoni yang menjadi fondasi bagi persatuan dan kesatuan di Indonesia selama ini.

“Yang Mulia, para pemimpin agama ini merupakan teladan bagi umatnya dalam mengembangkan semangat toleransi dan sikap saling menghormati, yang sangat penting dalam hubungan antarumat beragama di Indonesia. Hal ini merupakan aset bangsa Indonesia, aset negara Indonesia, yang sangat berharga dalam berkontribusi bagi perdamaian, utamanya perdamaian dunia,” kata Jokowi.

Turut hadir dalam pertemuan itu mendampingi Presiden, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.