Minggu, 27 September 20

Raffles Caplok Singapura

Raffles Caplok Singapura
* Singapura.

Menelisik bagaimana Raffles mencaplok Singapura kelihatan licik nian. Menyadari pentingnya Pulau Tumasik atau Singapura, Raffles merayu penguasa setempat, Temanggung Abdur Rahman, yang bertahta sebagai raja Johor-Riau. Maka Raffles mengikat janji dengan Abdur Rahman yang intinya Singapura tidak boleh berhubungan dengan kerajaan- kerajaan lain tanpa persetujuan Inggris.

Namun Raffles belum merasa puas. Kekuasaan Kesultanan Johor-Riau pun harus berada dalam kekuasaannya. Artinya Singapura dan pulau- pulau sekitarnya juga harus dicaplok. Caranya? Biasa. Politik pecah belah.

Raffles melalui informasi intelijennya tahu, bahwa di dalam kesultanan lagi ada persaingan. Rupanya yang harusnya Sultan itu bukan Abdur Rahman, tapi Tengku Sulong atau Tengku Long. Soalnya dia ini putra tertua.

Namun ketika Belanda yang menguasai Riau-Johor dan Lingga lebih memilih Abdur Rahman. Celakanya lagi Rahman ini zalim pada Tengku Long ini. Sudah haknya jadi raja direbut, kesultanan juga tak membiayai hidup Tengku Long. Akibatnya miskinlah dia.

Raffles dapat info ini kayak dapat harta karun. Langsung kirim utusan jemput Long ke Riau, terus bawa dia ke Singapura. Long dijadikan Sultan Singapura.

Satu urusan beres. Kemudian Rafles memaksa Abdur Rahman bikin kesepakatan. Rahman cuma berdaulat pada rakyat bangsa melayu. Keamanan Inggris yang kuasa.

Atas hal itu Long dapat 8 ribu dolar Spanyol. Rahman 3 ribu dolar Spanyol. Keduanya juga dapat gaji bulanan masing masing 1.500 dan 8 ribu dolar. Kesepakatan ini berlangsung 6 Februari 1819.

Kelicikan Inggris masih berlanjut. Pada 1824 inggris makin menyadari betapa berharganya Singapura dan pulau pulau sekitarnya. Sehingga Inggris harus menjadikan semenanjung Malaya ini secara resmi jajahan Ibggris. Maka harus ada skenario baru yang ditujukan pada dua raja melayu itu. Caranya gaji kedua raja ini tiba tiba distop.

Kebayang kan? Biasa hidup mewah dan foya-foya sontak tak punya uang. Maka ngutanglah mereka ke kanan kiri.

Tahu kedua raja ini terbelit utang, maka Inggris keluarkan hajatan sesungguhnya. Mereka bisa dapat duit lagi, tapi syaratnya menyerahkan Singapura dan pulau pulau sekitarnya.

Maka selain Sungapura maka Johor juga masuk jajahan Inggris. Adapun Riau dan Lingga masuk jajahan Belanda.

Dari cerita ini gegara Raffles Singapura lepas deh dari tangan Nusantara, dengan terbelahnya Riau jajahan Belanda, sedangkan Johor ke tangan Inggris. Bagi bagi daerah jajahan antara Inggris dan Belanda.

Waktu baca baca buku tentang muslihat Inggris ini, Inggris menurutku lebih kejam dari Belanda. Meskipun tanpa sebutir peluru pun.

Dua raja melayu itu direbut kedaultan wilayahnya setelah dibunuh dulu derajatnya dengan tahta dan harta.

Tragisnya sejak itu tak ada kisah kepahlawanan di Semenanjung Melayu seperti kisah heroik Hang Tuah atau Hang Jebat.

Belanda mencaplok wilayah Nusantara di Maluku, Jawa dan Sumatera melalui militer, maka hikmahnya justru menciptakan kisah kepahlawanan para pejuang melawan Belanda. Pangeran Diponegoro di Jawa, Tuanku Imam Bonjol di Sumatra Barat, Sultan Hasanuddin di Makassar, Sultan Ageng Tirtayasa di Banten, Pattimura di Maluku.

Semoga jadi hikmah buat kita semua. (Hendrajit, Direktur Eksekutif Global Future Institute)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.