Kamis, 9 Desember 21

Putri Kaisar Jepang Resmi Nikahi Rakyat Biasa

Putri Kaisar Jepang Resmi Nikahi Rakyat Biasa

Putri Mako, putri Kekaisaran Jepang akhirnya resmi menikahi rakyat biasa, lepas status kekaisaran, tolak ritual pernikahan ala kekaisaran dan tolak tunjangan.

Keponakan kaisar Jepang itu telah resmi menikah dengan mantan teman sekolahnya, seorang rakyat biasa bernama Kei Komuro sehingga Mako otomatis kehilangan status anggota kekaisaran.

Dalam jumpa pers di Tokyo pada Selasa (26/10/2021), pasangan tersebut mengumumkan pencatatan pernikahan mereka secara resmi, sesudah hubungan mereka diliputi kontroversi publik selama bertahun-tahun.

Mako dan suaminya juga meminta maaf kepada masyarakat Jepang terkait dengan pernihakan mereka.

“Saya meminta maaf sebesar-besarnya atas masalah yang terjadi dan saya sangat berterima kasih kepada mereka… yang terus mendukung saya,” katanya sebagaimana dilaporkan NHK.

“Bagi saya, Kei tidak tergantikan – pernikahan adalah pilihan yang perlu bagi kami.”

Sementara itu, Komuro menambahkan ia mencintai Mako.

“Saya mencintai Mako. Kita hanya hidup sekali, dan saya ingin menghabiskannya bersama orang yang saya cintai.

Putri Mako meninggalkan kediamannya di Tokyo pada Selasa (26/10) sekitar pukul 10:00 waktu setempat (08:00 WIB) untuk menuju ke catatan sipil dan membungkuk beberapa kali ke orang tuanya, Putra Mahkota Fumihito dan Putri Mahkota Kiko.

Ia juga memeluk adiknya sebelum bertolak ke kantor catatan sipil, lapor kantor berita Kyodo.

Rencana Tinggal di AS
Mantan putri tersebut menolak melakukan ritual yang biasa dilakukan dalam pernikahan kerajaan. Ia juga menolak tunjangan yang biasanya diberikan kepada perempuan dari keluarga kekaisaran yang memilih keluar. Nilai tunjangan dilaporkan sebesar 150 juta yen (Rp19,2 miliar).

Mako dan Komuro berencana menetap di Amerika Serikat. Komuro bekerja sebagai pengacara di negara itu.

Pasangan ini sedianya akan menikah pada 2018, namun kemudian ditangguhkan, setelah keluarga Komuro dilaporkan mengalami kesulitan finansial.

Segala tindak tanduk Putri Mako dan Kei Komuro menjadi tajuk berita di berbagai media Jepang.

Pada Selasa (26/10), sejumlah warga memprotes pernikahan tersebut di satu taman.

Banyak yang membawa spanduk berisi masalah keuangan keluarga Komuro, khususnya ibunya.

Pemberitaan media yang berlebihan seputar sang putri — ayahnya adalah Putra Mahkota Fumihito — dan keluarga Komuro beberapa tahun terakhir telah membuat Putri Mako mengalami gangguan stress pascatrauma, menurut Imperial Household Agency, seperti ditulis oleh kantor berita Kyodo.

Bibinya, Permaisuri Masako, juga menderita penyakit yang terkait stress karena mengalami tekanan besar untuk memiliki anak laki-laki yang bisa mewarisi tahta.

Di Jepang, masih banyak stigma di seputar penyakit mental. (Red)

Sumber: BBC News

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.