Senin, 26 September 22

Puspayoga Ngaku Belum Pernah Mimpi Hidup di Jakarta

Puspayoga Ngaku Belum Pernah Mimpi Hidup di Jakarta

Jakarta – Menteri Koperasi dan UMKM, Anak Agung Gde Ngurah Puspayoga tidak menyangka dirinya bakal dipilih sebagai menteri oleh presiden jokowi. Setelah namanya ikut diumumkan di istana presien maka pilihanya dia harus tinggal menetap di jakarta. Tempat yang terbilang asing baginya.

“Saya mohon ijin terimalah saya sebagai orang Jakarta yang baru karena jujur selama ini belum pernah mimpi hidup di Jakarta. Jadi selama ini saya sudah asyik, sudah nyaman hidup di Bali tapi ini karena tugas ya saya laksanakan,” ujar Puspayoga dalam acara sertijab di gedung Smesco UKM, Jakarta, Selasa (28/10/2014).

Dalam acara sertijab hadir dua orang mantan Menteri Koperasi yakni Adi Sasono dan Syariefudin Hasan. Hadir pula seluruh pejabat eselon I, II dan III di lingkungan kerja Kemenkop. Acara sertijab itu dilakukan dari Syarief ke Puspayoga.

Selama ini Puspayoga tinggal bersama keluarganya di Bali, kampung halamananya sendiri. Di sanalah tempat dia mengabdikan dirinya. Maka, tanggal 27 Oktober 2014, ia tandai sebagai awal menitih karier sebagai seorang menteri.

“Semenjak masuk Jakarta tanggal 27 bawaan saya ngantuk terus gitu loh, saya gak ngerti. Kalau di Bali jarang ngantuk pa, pagi baru bisa tidur tapi di Jakarta suka ngantuk sekarang juga ngantuk ini,” kata dia dengan penuh candaan.

Pria kelahiran Bali, tahun 1965 itu mengaku belum memiliki ilmu yang mumpuni untuk memimpin Kemenkop. Dia pun meminta dukungan dari Syarief dan Adi Sasono sebagai mantan Menkop supaya bisa memberinya arahan dan petunjuk kala dia memimpin lembaga ini.

“Tanpa itu (dukungan) menjadi menteri tidak akan jadi prestasi apa-apa, menjadi menteri hanya akan menjadi pelengkap biografi, itu yang sangat saya tidak inginkan,” ucap Puspayoga.

Akan tetapi di bidang pemerintahan Puspayoga bukan lagi orang baru. Sebelum menjadi Menkop, ia merupakan mantan Wakil Gubernur Bali mendampingi Gubernur I Made Mangku Pastika untuk periode 2008-2013. Pria berbadan gempal tersebut pernah menjadi Ketua DPRD Kota Denpasar. Ia juga terpilih sebagai Walikota Denpasar untuk periode 2005-2010.

Politisi PDI Perjungan ini menceritakan pengalamannya ketika dia merancang kredit tanpa agunan untuk koperasi di Bali. Sebuah prestasi yang dianggap sebagai pengalaman yang tak ternilai. “Mungkin program pertama kali yang saya buat di indonesia yaitu kredit tanpa agunan sebelum KUR diluncurkan bapak presiden (SBY),” kenang dia. (Has)

 

Related posts