Sabtu, 28 Mei 22

Puslabfor Akan Olah TKP, Billboard Diduga Penyebab Besi JPO Ambruk

Puslabfor Akan Olah TKP, Billboard Diduga Penyebab Besi JPO Ambruk
* Polisi dan Damkar Evakuasi reruntuhan JPO Ps.Minggu yang ambruk, Sabtu (24/9) malam

Jakarta, Obsessionnews.com-Puslabfor Polda Metro Jaya besok akan melakukan olah TKP terkait robohnya besi JPO Pasar Minggu yang ambruk pada Sabtu sore.

Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Holden Sirait mengatakan, Puslabfor akan memastikan apakah peristiwa ini karena bencana alam, kelalaian atau musibah.

Sebelumnya, Wagub DKI, Djarot Syaiful Hidayat yang juga meninjau ke lokasi mengatakan akan mengevaluasi billboard (papan iklan) yang ada di seluruh JPO di DKI agar peristiwa serupa tak terulang.

Billboard yang terlalu berat diduga terbang karena angin kecang, dan memicu besi dan atap JPO ikut jatuh, jelas Djarot.

Billboard dituding penyebab besi JPO pasar minggu ambruk saat angin badai pada Sabtu (24/9)
Billboard dituding penyebab besi JPO pasar minggu ambruk saat angin badai pada Sabtu (24/9)

Sementara itu korban tewas akibat besi dan atap JPO Pasar Minggu yang roboh bertambah jadi 4 orang, menurut data RSUD Pasar Minggu. Korban luka berat dan ringan ada 7 orang, 3 telah boleh pulang.

Belakangan diketahui bahwa Sri Hartati warga Pancoran Mas, Depok, Jabar, meninggal dunia di RSUD Pasar Minggu. Kemudian Aisyah Zahrah, bocah perempuan berusia 8 meninggal di RS Siaga, almarhumah berdomisili di Jl Pitara, Depok I. Sementara Abdiyu (4) meninggal di RS Fatmawati.

Sri Hartati adalah nenek dari Aisyah dan Abdiyu.

Ada juga korban luka, misalnya Azikri Alkabi (5), Ardiansyah (8), Zarah Wigiarni (32) Rumaizah Azizah (22) dan Karim Nur Firdauzi (23).

Azikri dan Rumaisah dirujuk ke RSUD Tarakan, Jakpus, karena penanganan luka berat disana lebih memadai.

Karim Nur sudah boleh pulang dari RSUD Pasar Minggu. Demikian juga Didi (19) dan Ahlan (19) warga Kampung Jawa, Pasar Minggu, sudah diperbolehkan pulang.@baronpskd

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.