Kamis, 1 Desember 22

Pura-pura Jadi Presiden Macron, Pelawak Rusia ‘Prank’ Telepon Presiden Polandia

Pura-pura Jadi Presiden Macron, Pelawak Rusia ‘Prank’ Telepon Presiden Polandia
* Presiden Polandia Andrej Duda. (AFP/CNN)

Dengan mengaku-aku jadi Presiden Perancis Emmanuel Macron, duo pelawak asal Rusia, Vovan dan Lexus, iseng menelepon Presiden Polandia Andrzej Duda.

Hal itu terungkap lewat rekaman telepon yang diunggah duo komedian tersebut di internet. Dalam rekaman itu, terdengar Duda bicara menggunakan bahasa Inggris kepada mereka yang mencoba memakai aksen Perancis.

“Emmanuel, percayalah, saya ekstra hati-hati,” kata Duda kepada mereka, seperti dikutip Reuters, Rabu (23/11/2022).

“Saya tidak ingin berperang dengan Rusia dan percayalah, saya ekstra hati-hati, ekstra hati-hati,” lanjut Duda.

Telepon iseng itu pun diungkap oleh Kantor Kepresidenan Polandia. Melalui kicauannya di Twitter, pemerintah mengaku ada yang menelepon Duda dan berbincang dengan sang Presiden tepat setelah ledakan rudal terjadi di Przewodow, sebuah desa di perbatasan Polandia timur dekat perbatasan Ukraina.

“Setelah ledakan rudal di Przewodow, selama panggilan yang sedang berlangsung dengan kepala negara dan pemerintahan, seseorang yang mengaku sebagai Presiden Prancis Emmanuel Macron terhubung,” tulis Kantor Kepresidenan melalui cuitan di Twitter.

“Dalam percakapan itu, Presiden Andrzej Duda menyadari lewat cara yang tidak biasa dari lawan bicara bahwa sepertinya ada upaya penipuan dan (memutuskan) mengakhiri percakapan,” lanjut Kantor Kepresidenan.

Dua penasehat Duda belum memberikan komentar terkait prank tersebut.

Namun Kantor Kepresidenan mengklaim tengah menyelidiki bagaimana penelepon tersebut berhasil menghubungi Duda.

Panggilan itu merupakan kali kedua Vovan dan Lexus berhasil menelepon orang nomor satu Polandia itu.

Pada 2020, Vovan dan Lexus juga pernah menelepon Duda dengan berpura-pura menjadi Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Kala itu mereka mengajukan pertanyaan seputar keamanan dan penyaringan panggilan di Kantor Kepresidenan.

Vovan dan Lexus dikenal di Rusia karena sering melakukan ‘prank’ telepon dengan menargetkan selebriti dan politisi.

Sejumlah tokoh seperti Macron, penyanyi Inggris Elton John, dan mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, pernah menjadi korban keusilan Vovan dan Lexus. (CNNIndonesia/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.