Minggu, 3 Juli 22

Puluhan Satwa Langka Berhasil Diamankan BKSDA Jateng

Puluhan Satwa Langka Berhasil Diamankan BKSDA Jateng
* Satwa langka yang diamankan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah (Jateng).

Semarang, Obsessionnews – Setidaknya puluhan satwa langka berhasil ditangani Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah (Jateng) dari kepemilikan ilegal oleh sejumlah oknum masyarakat, selang tahun 2015 hingga sekarang. Beragam satwa itu didapat dari hasil penyerahan ataupun sitaan.

Kepala BKSDA Jateng, Suharman mengatakan, puluhan satwa dilindungi itu didapat dari sejumlah kabupaten/kota. “Untuk penanganan TSL (Tumbuhan Satwa Liar) ada 20 ekor, sedangkan penyerahan satwa liar oleh masyarakat ada 16 ekor,” ujarnya kepada obsessionnews.com, Jum’at (15/4/2016).

Untuk penanganan TSL didominasi perburuan dan kepemilikan jenis unggas langka. Secara rinci adalah 2 ekor Buaya Muara, 1 ekor Elang Bido, Elang Jawa 1 ekor, Elang Bondol 1 ekor, Elang Hitam 3 ekor, Elang Laut 2 ekor, Elang Brontok 3 ekor, Alap-alap Kawah 2 ekor, Alap-alap Sapi 1 ekor, Elang Ular 1 ekor, Owa Jawa 1 ekor, dan Lutung 1 ekor serta Kukang 1 ekor.

Begitu pula dengan penyerahan satwa oleh masyarakat. Rata-rata satwa yang diserahkan berjenis unggas. Namun, ada juga yang menyerahkan jenis mamalia langka seperti Orang Utan.

“Mereka sadar, bahwa kepemilikan hewan-hewan langka itu dilarang. Makanya mereka inisiatif sendiri, menyerahkan ke kami,” paparnya.

Rinciannya, 1 ekor Kakatua Jambul Oranye, 2 ekor Orang Utan, 3 ekor Kasuari, 2 ekor Kakatua Jambul Kuning, 1 ekor Kakaktua Seram, 1 ekor Nuri Bayan, 1 ekor Elang Bondol, 1 ekor Junai, 1 ekor Owa Jawa, 2 ekor Buaya Muara, dan 1 ekor Senyulong.

Pihak yang menyerahkan tidak hanya dari masyarakat biasa saja. Namun juga ada pejabat negara, yakni Walikota Surakarta, FX Hadi Rudiyatmo yang sukarela memberikan satwa langka di rumah dinasnya. Sedangkan penyitaan diambil dari kepemilikan sendiri maupun komunitas pecinta satwa.

“Beliau (Walikota Surakarta) menyerahkan pada tanggal 7 Mei 2015,” sambungnya.

Sementara Koordinator Konservasi Keanekaragaman Hayati, Sohib Abdillah menambahkan, 4 kasus penyitaan yang telah ditangani oleh oleh penyidik dari Polres Cilacap, Pemalang, Pekalongan dan Polda Jateng. Dua diantaranya kini sudah P21.

“Mereka disangkakan pasal 21 ayat 2 huruf a jo pasal 40 pasal ayat 2 undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati,” paparnya

Seluruh satwa liar tersebut saat ini telah dititipkan ke sejumlah lembaga konservasi, antara lain di Surakarta, Wonogiri, Semarang dan Pekalongan. Pihaknya berharap, agar masyarakat lebih sadar bahwa kepemilikan hewan langka diatur oleh undang-undang.

“Kami membuka pintu lebar-lebar jika ada masyarakat yang ingin menyerahkan satwa liarnya untuk dirawat di lembaga konservasi,” tandasnya. (Yusuf IH, @HanggaraYusuf)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.