Selasa, 30 November 21

Puluhan Ribu Buruh Akan Berunjuk Rasa di Istana Merdeka

Puluhan Ribu Buruh Akan Berunjuk Rasa di Istana Merdeka
* Aksi unjuk rasa para nuruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik dan Mesin (FSP LEM) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) di Jakarta tahun 2014.

Jakarta, Obsessionnews – Puluhan ribu buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik dan Mesin (FSP LEM) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) akan berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, pada peringatan Hari Buruh Sedunia atau May Day, Jumat (1/5/2015). Massa FSP LEM SPSI akan mulai bergerak dari titik di Silang Monas Timur dekat, Stasiun Gambir, pukul 07.00 WIB. FSP LEM SPSI berkolaborasi dengan Olah Seni Indonesia untuk menyuarakan tuntutannya yang dikemas dengan seni budaya. (Baca Juga: Sejuta Buruh Turun ke Jalan pada 1 Mei)

IMG-20140529-WA0014
Koordinator lapangan nasional unjuk rasa Muhamad Sidarta

Koordinator lapangan nasional unjuk rasa Muhamad Sidarta mengatakan, kaum pekerja/buruh Indonesia dari waktu ke waktu selalu  dihinggapi rasa cemas  akibat tidak adanya kepastian kerja, kepastian upah dan kepastian hidup untuk hari tua dalam hubungan industrial dengan mengguritanya outsourcing, kerja kontrak dan upah murah yang tidak sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan.

“Hal ini disebabkan minimnya perhatian dan perlindungan pemerintah terhadap kaum pekerja/buruh untuk mendapatkan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Jokowi saat kampanye Pilpres 2014 menjanjikan tiga layak kepada kaum buruh yaitu kerja layak, upah layak dan hidup layak. Namun, sampai saat inipun belum ada tanda-tanda penanganan yang serius,” kata Sidarta ketika dihubungi obsessionnews.com, Rabu (29/4) siang.

Yusrizal Sansino berharap pemerintah menepati janjinya meningkatkan kesejahteraan buruh
Yusrizal Sansino berharap pemerintah menepati janjinya meningkatkan kesejahteraan buruh

Aksi unjuk rasa bertema ‘Buruh Adalah Rakyat, Bersatu, Bergerak Untuk Menang’ dengan menyuarakan sebelas tuntutan. Pertama, tolak upah murah dan periodeisasi peninjauan upah dua atau lima tahun sekali. Kedua, hapuskan sistem kerja kontrak dan outscorsing yang tidak sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan. Ketiga, kebebasan berserikat. Keempat, tolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM ) secara berkala, agar harga barang dan jasa untuk rakyat tetap stabil. Kelima, perbaiki pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Keenam, penyediaan rumah untuk buruh. Ketujuh, penyediaan rumah sakit untuk buruh. Kedelapan, penyediaan transportasi untuk buruh. Kesembilan, peemberian beasiswa untuk anak buruh. Kesepuluh, penegakan hukum. Kesebelas, menagih kampanye Jokowi yang menjanjikan kerja layak, upah layak dan hidup layak.

Sementara itu Yusrizal Sansino, anggota FSP LEM SPSI Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengatakan selama ini kesejahteraan buruh memprihatinkan karena mendapat upah yang kurang layak. Oleh karena itu, Yusrizal dan para buruh lainnya tak kenal lelah mendesak pemerintah agar dapat meningkatkan kesejahteraan buruh.

“Kami menagih janji pemerintah yang akan meningkatkan kesejahteraan buruh,” katanya.

Dia berharap unjuk rasa besar-besaran di depan Istana Presiden pada peringatan May Day 2015 itu berlangsung damai dan tertib. (Arif RH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.