Selasa, 24 November 20

Puluhan Anak di India Meninggal Akibat Radang Otak

Puluhan Anak di India Meninggal Akibat Radang Otak
* Ilustrasi Radang otak (Foto: Okaydoc)

Jakarta, Obsessionnews.com – Jumlah anak-anak di India yang diduga terjangkit Sindrom Ensefalitis Akut (AES) semakin mengkhawatirkan dengan angka kematian mencapai 64 orang pada Kamis (13/6/2019).

Setelah mendeteksi setidaknya 143 kasus AES dari 11 distrik di provinsi Bihar, timur laut India, pemerintah setempat mengerahkan tenaga kesehatan tambahan untuk memeriksa penyebaran penyakit fatal itu.

Dikutip dari muslimobsession.com, AES merupakan kasus ensefalitis (radang otak) parah yang ditularkan oleh nyamuk dan ditandai dengan demam tinggi.

Dalam peristiwa ini, Delapan anak dilaporkan berada dalam kondisi kritis. Pemerintah federal dengan cepat mengirim tim ahli ke provinsi tersebut untuk menilai situasi di lapangan bersama wakil menteri kesehatan yang dijadwalkan tiba pada hari berikutnya.

Pada 2012, lebih dari 40 anak meninggal karena gejala yang mirip dengan AES, di mana anak-anak yang kekurangan gizi berisiko lebih besar terserang penyakit tersebut.

Lalu, apa penyebab radang otak dan bagaimana cara mencegahnya?

Penyebab Radang Otak

Sebagian kasus radang otak tidak diketahui penyebabnya secara pasti. Namun, infeksi serta sistem kekebalan tubuh yang rendah diduga berperan penting terhadap proses terjadinya penyakit ini.

Dikutip dari Alo Dokter, infeksi yang dapat menyebabkan radang otak dibagi menjadi dua, yakni virus infeksi yang berasal dari dalam otak atau disebut radang otak primer, serta infeksi yang berasal dari luar otak, atau radang otak sekunder.

Radang otak sekunder terjadi pada saat infeksi telah menyebar dan menembus masuk ke dalam otak. Berbagai jenis infeksi, terutama infeksi virus, yang dapat memicu kondisi ini antara lain:

  • Virus herpes simpleks, yang menyebabkan terjadinya penyakit herpes di mulut maupun di kelamin. Herpes simpleks merupakan virus yang paling sering ditemukan pada kasus radang otak.
  • Virus Varicella zoster, yang menyebabkan cacar air dan cacar api.
  • Virus Epstein-Barr, yang menjadi penyebab penyakit mononukleosis.
  • Berbagai jenis virus lain, yang menyebabkan penyakit campak (measles), gondongan (mumps), atau campak jerman (rubella).
  • Virus dari hewan, misalnya virus rabies serta virus yang disebarkan oleh nyamuk dan caplak.

Selain karena infeksi, radang otak juga dapat disebabkan oleh masalah pada sistem kekebalan tubuh. Normalnya, sistem kekebalan tubuh akan berusaha melawan virus atau bakteri yang masuk ke tubuh supaya tidak menyebabkan penyakit yang serius.

Meskipun jarang terjadi, sistem kekebalan tubuh dapat mengalami gangguan sehingga menyerang jaringan tubuh sendiri, dalam hal ini menyerang otak. Kesalahan sistem kekebalan tubuh ini dapat dipicu oleh beberapa hal, antara lain:

  • Infeksi yang terjadi di bagian tubuh yang lain (yang biasanya terjadi beberapa minggu sebelumnya). Radang otak akibat kondisi ini disebut juga dengan ensefalitis paska infeksi.
  • Pertumbuhan tumor, baik yang bersifat jinak maupun ganas, pada salah satu bagian tubuh. Radang otak akibat kondisi ini disebut dengan ensefalitis autoimun.
  • Kasus radang otak akibat vaksinasi sangatlah jarang, dan keuntungan yang didapat dari vaksinasi seringkali melebihi risiko vaksinasi itu sendiri.

Pencegahan Radang Otak

Radang otak termasuk kondisi yang sulit dicegah. Pencegahan utama yang dapat Anda lakukan adalah melalui vaksinasi MMR. Langkah sederhana lain yang bisa diambil untuk menghindari kondisi ini adalah:

  • Menjaga kebersihan. Misalnya dengan sering mencuci tangan dan membersihkan rumah secara teratur.
  • Jangan menggunakan alat makan yang sama dengan orang lain.
  • Menghindari gigitan nyamuk. Kenakan pakaian tertutup saat tidur atau saat keluar rumah pada malam hari, gunakan semprotan antinyamuk, serta gunakan losion antinyamuk.
  • Jenis vaksinasi rutin di Indonesia yang dapat membantu menurunkan risiko terjangkit penyakit ini adalah vaksin MMR (measles, mumps, dan rubella). Selain itu, ada beberapa jenis vaksin yang disarankan apabila Anda akan bepergian ke daerah yang berisiko, seperti vaksin Japanese encephalitis, vaksin tick-borne encephalitis, serta vaksin rabies. (Vin)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.