Selasa, 22 September 20

Puan dan Pramono Disebut, Saut: Jangan Kesusu

Puan dan Pramono Disebut, Saut: Jangan Kesusu
* Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang.

Jakarta, Obsessionnews.com – Dua politisi PDI-P Puan Maharani dan Pramono Anung disebut oleh mantan Ketua DPR Setya Novanto menerima uang korupsi e-KTP sebesar USD 500 ribu. Novanto mengaku mendapat keterangan itu dari Made Oka Masagung. Namun, Made sendiri membantah pernyataan Novanto.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, pihak KPK tidak sepenuhnya percaya dengan pernyataan Made dan juga Novanto. Namun segala informasi tentang pengugkapan kasus ini perlu ditelusuri kebenarannya. Ia meminta publik tidak terburu-buru.

“Ojo kesusu, sabar dulu , tenang-tenang saja. Matahari masih terbit, kebenaran itu tidak pernah mendua,” kata Saut dalam keterangannya, Selasa (27/3/2018).

Saut menurunkan, KPK selalu mengikuti dan menyimak persidangan yang memunculkan fakta-fakta baru. Semua fakta-fakta itu didalami dan selalu diverifikasi kebenarannya, termasuk soal keterangan Novanto yang mendengar cerita jika Puan dan Pramono mendapat duit e-KTP.

“Itu sebabnya di bagian awal semua kita harus membiasakan tidak reaktif atas setiap fakta yang mencuat di persidangan. KPK membiasakan memberi perhatian serta mengapresiasi atas fakta yang mucul di persidangan, untuk kemudian lebih hati-hati guna pendalaman/validasi atau cross check, double check, dan seterusnya atas hal tersebut,” terangnya.

Saut mengatakan, KPK telah memiliki pengalaman untuk mendalami keterangan terdakwa maupun saksi soal sebut-menyebut pihak-pihak yang terlibat kasus korupsi. Oleh karenanya, pihaknya selalu mengolah semua informasi tersebut, namun dalam koridor asas penegakan hukum. Artinya segala informasi yang muncul di persidangan tidak diterima mentah-mentah.

“Karena fakta itu bisa saja berpotensi mempengaruhi tuntutan dan pengembangan kasusnya seperti apa nantinya. Karena baik yang menyebut, maupun yang disebut esensinya akan dicari peran para pihak itu seperti apa. Dari sebut-menyebut nama KPK punya pengalaman panjang guna pengembangan dan dasar membuat putusan,” jelasnya.

Saut mengatakan, selama ini jaksa bekerja untuk menemukan bukti dari fakta yang disampaikan di persidangan.

“Ada banyak fakta-fakta di persidangan memerlukan pendalaman oleh jaksa, dan tidak hanya sebatas nama-nama,” terang Saut. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.