Jumat, 22 Oktober 21

PT untuk Capres, Ngawur dan Tidak Logis

PT untuk Capres, Ngawur dan Tidak Logis

Jakarta, Obsessionnews.com – Ternyata, ambang batas atau Presidential Threshold (PT) sebesar 20 persen sebagai syarat untuk mengajukan calon presiden (capres) pada Pemilu 2019 adalah ngawur dan bahkan presiden merupakan ketentuan yang tidak logis. Pasalnya, Undang-undang (UU) memberikan hak yang setara kepada semua partai peserta pemilu untuk mengajukan calon presiden.

“Akan tetapi dengan ketentuan PT maka ada partai baru yang tidak bisa mengajukan calon presiden. Ini berarti ada diskriminasi kepada partai peserta pemilu,” ungkap Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun di Jakarta, Sabtu (21/10/2017).

Disamping secara teknis tidak logis, lanjutnya, karena alat untuk menghitung PT berdasarkan hasil pemilu lama yang sudah dipakai sebelumnya juga akan menghilangkan hak partai baru untuk ikut mengajukan calon presiden.

“Kalau PT tidak dibatalkan maka akan ada diskriminasi kepada peserta pemilu, karena ada parpol yang kehilangan hak, yaitu parpol baru,” tandas Refly Harun.

Refli menegaskan, Pemilu lima kotak yakni pemilu serentak untuk memilih Presiden, DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan DPD merupakan amanat dari pasal 22 UUD 1945.

Ia memaparkan, ketentuan pemilu serentak merupakan semangat konstitusi baru. Karena dengan pemilu serentak maka tidak lagi basis untuk menentukan Presidential Threshold.

“Jika penentuan PT menggunakan hasil pemilu 2014 maka tidak logis karena sudah dipakai pada pemilu sebelumnya,” bebernya.

Refli menuturkan, ketentuan PT juga menghapus kemungkinan terselenggaranya Pemilu dua putaran. Padahal, jelas dia, UU menganut kemungkinan Pemilu dua putaran jika tidak ada pasangan capres yang memenangkan suara 51 persen plus 1 dan persebaran di 20 persen di tiap provinsi.

“Asas hukum ini didesain mengingat bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Kita ini the biggest presidential election. Maka didesain untuk mengantisipasi pemilu dua putaran,” terangnya. (Red)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.