Selasa, 30 November 21

PSSI akan Lakukan Anev untuk Tentukan Sanksi Kepada Suporter Persija

PSSI akan Lakukan Anev untuk Tentukan Sanksi Kepada Suporter Persija

Jakarta, Obsessionnews.com – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Awi Setiyono mengatakan rencananya PSSI akan melakukan sidang darurat untuk mengevaluasi terkait insiden kerusuhan di GBK pada Senin (27/6/2016) besok.

Awi mengatakan, ini juga menjadi Analisis dan Evaluasi (Enev) pimpinan PSSI, setelah acara itu akan dikonsolidasi, pihak polda pun sudah menyiapkan bahan-bahan menyampaikan kepada PSSI.

“PSSI juga sudah merespon, kelihatannya Senin ini akan melakukan sidang darurat akan menentukan terkait dengan persija ini akan dijatuhi sanksi apa. itu urusan PSSI. Kita akan mendukung itu. kita akan mendorong,” ujar Awi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (26/6/2016).

Pihak kepolisian sebelumnya telah memberikan rekomendasi agar pertandingan tersebut tidak dihadiri oleh kedua suporter. Pasalnya, kata Awi, berdasarkan informasi dari pihak intelejen, pertandingan tersebut akan berpotensi terjadi kerusuhan

“Rekomendasi kita banyak, kita tidak memperbolehkan bermain di lapangan. main tanpa penonton, itu semua informasi dari intelejen,” katanya.

Menurut Awi, kejadian kerusuhan pada Jumat (24/6) yang dilakukan suporter The Jakmania tidak bisa lagi ditolerir. Sebab, kerusuhan tersebut telah mencederai dunia persepakbolaan di tanah air. Terlebih, ada enam anggota polisi yang menjadi korban kerusuhan tersebut.

“Sudah menjadi evaluasi yang serius, kejadian ini kita tidak tolerir. Kekerasan the Jakmania ini mencederai dunia persepakbolaan tentunya mencederai kita juga, memang korbannya dari kita,” katanya.

Dalam insiden kerusuhan tersebut, polisi telah menangkap tujuh pihak dari suporter The Jakmania. Satu orang berinisial J alias Oboi ditangkap karena diduga terlibat penyerangan terhadap anggota polisi yang berjaga di stadion GBK.

Polisi juga telah menangkap enam suporter The Jakmania lainnya berinisial MR, R, I, S, A, dan AF. Mereka diduga menyebar ujaran kebencian (Hate Speech) saat terjadinya kerusuhan di stadion GBK melalui media sosial. (Purnomo)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.