Jumat, 13 Desember 19

Psikolog: Fenomena Emosi Pengendara Akibat Toleransi yang Terkikis

Psikolog: Fenomena Emosi Pengendara Akibat Toleransi yang Terkikis
* Seorang pemuda marah-marah dan membentak polisi karena tak terima ditilang di BSD. (Foto:screenshot instagram)

Jakarta, Obsessionnews.com – Jagad dunia maya dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan seorang pemuda marah-marah dan membentak polisi, karena tak terima ditilang. Tidak hanya itu, dalam video tersebut juga pemuda berkaos putih itu membanting dan merusak motornya sendiri.

Video berdurasi 56 detik tersebut akhirnya viral di media sosial, maupun grup WhatsApp, Kamis (7/2/2019). Warganet yang melihat video ini banyak yang heran sekaligus geli. Pasalnya, pengendara motor jelas-jelas bersalah karena tidak mematuhi peraturan lalu lintas. 

Kejadian ini terjadi di Jalan Letnan Soetopo, Serpong, Tangerang, Banten, sekitar pukul 06.36 WIB. Saat itu seorang petugas Satlantas yang bernama Bripka Oky sedang memberhentikan pelanggar yang berusaha melawan arus karena menghindari petugas yang sedang melaksanakan pengaturan lalu lintas di putaran Pasar Modern BSD.

“Bripka Oky melaksanakan penindakan dengan memberikan surat tilang, selanjutnya pelanggar marah dan membentak-bentak petugas serta merusak kendaraannya sendiri,” kata Kasat Lantas Polres Tangerang Selatan AKP Lalu Hedwin.

Adapun pengendara roda dua tersebut melanggar beberapa aturan, yakni tidak menggunakan helm, tidak dapat menunjukan surat ijin mengemudi (SIM), dan tidak membawa surat tanda nomor kendaraan (STNK). Saat dilakukan penindakan oleh petugas, biker yang berusia 20 tahun itu kemudian tidak terima dan membentak-bentak petugas.

Hal yang kemudian menjadi viral adalah pengemudi tersebut melampiaskan rasa marahnya dengan merusak sepeda motornya sendiri. Bodi sepeda  motor tersebut dicabut dan dibanting, sepeda motor bahkan ikut diangkat dan dibanting.

Beruntung petugas di lapangan tidak tersulut emosinya melihat kelakuan pengendara tersebut. Dikabarkan motor tersebut kemudian ditahan sebagai barang bukti di Polres Tangerang Selatan.

“Saat ini barang bukti telah diamankan di Satlantas Polres Tangerang Selatan,” ujarnya

Fenomena emosi pengendara ini menarik dilihat dari sisi psikologi. Psikolog dari biro psikologi Andi Arta, Adi Sasongko, M.Psi mengungkapkan pengendara atau pengemudi yang emosi saat ini bukan kali pertama terjadi.

“Fenomena ini memang sudah cukup banyak. Menurut saya ini karena ada sikap toleransi yang cenderung mulai terkikis. Baik toleransi kepada petugas, hukum maupun masyarakat lain,” ucap Adi.

Menurut Adi, hilangnya sikap toleransi ini sayangnya juga dilakukan saat berkendara. Sikap berkendara membahayakan lingkungan sekitar dengan acuh tak acuh pada keselamatan diri sendiri dan orang lain.

“Ditambah lagi pengendara di jalan raya tidak patuh terhadap hukum yang berlaku. Ini yang disayangkan. Cara meredam emosi sebenarnya sederhana,dengan cara menumbuhkan rasa menghargai nyawa dan keselamatan diri sendiri dan pengendara lainnya,” ujar Adi. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.