Sabtu, 2 Juli 22

PSI Blunder, yang Rugi Jokowi

PSI Blunder, yang Rugi Jokowi
* Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany.

Jakarta, Obsessionnews.com – Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai pernyataan Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) usai diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi) Kamis kemarin membuktikan komunikasi politik yang mainkan PSI lemah karena terjadi blunder.

Pasalnya, yang dibicarakan itu menyangkut strategi pemenangan Jokowi di Pemilu 2019, dan dibahas pada saat jam kerja.

“Komunikasi yang disampaikan PSI kurang bagus, sehingga pertumbuhan yang diharapkan menghasilkan poin positif malah kebalik jadi negatif,” ujar Hendri dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (3/3/2018).

Menurutnya dengan pernyataan Ketua PSI, Jokowi akhirnya jadi dirugikan karena sekarang di media sosial netizen banyak yang melontarkan kritik bukan hanya kepada PSI tapi juga kepada Presiden.

“Akhirnya Presiden yang rugi, karena pemberitaannya jadi negatif. Presiden disebut telah memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan politiknya di 2019,” jelasnya.

Hendri menilai para pengurus PSI mestinya tak mengumbar pertemuan itu ke publik karena memang bersifat internal. Ia meyakini, selama ini, Jokowi juga kerap bertemu dengan elite partai politik pendukung lainnya dan membicarakan pilpres. Namun, pertemuan tersebut tidak diketahui publik karena memang tak ada yang mengumbarnya ke media.

“Sebenarnya kan ini ketua PSI-nya yang terlalu senang dan bangga diterima di Istana. Pada saat diundang Presiden dia merasa wah ini harus diumumkan,” kata Hendri.

Sebelumnya Ketua DPP PSI Tsamara Amani mengatakan, pertemuan tertutup dengan Presiden Jokowi selama 90 menit membicarakan pemilihan legislatif hingga pemilihan presiden 2019. Salah satu strategi pemenangan yang dibahas adalah kampanye lewat media sosial.

“Kami tadi juga presentasi keberhasilan kami di medsos dan Pak Jokowi senang dengan hal itu. Karena Pak Jokowi sadar milenial presentasinya pada 2019 sangat besar,” kata Tsamara.

Tsamara mengatakan, kinerja Jokowi selama memimpin Indonesia bisa dikampanyekan di media sosial. Selain tak memakan banyak biaya, pesan yang hendak disampaikan juga bisa langsung sampai ke generasi milenial.

“Apalagi Pak Jokowi punya kinerja yang sangat baik, punya prestasi. Tinggal bagaimana kami mengemas konten tersebut di media sosial agar lebih banyak anak muda yang sadar, ini loh Presiden kalian betul betul berprestasi dan layak dipilih kembali,” kata Tsamara. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.