Minggu, 4 Desember 22

Protes di Iran Akibat Kasus Hijab Tewaskan 36 Orang

Protes di Iran Akibat Kasus Hijab Tewaskan 36 Orang
* Demonstran memegang foto Mahsa Amini selama pawai protes solidaritas dengan perempuan di Iran. (RTR/CNBC)

Kelompok Hak Asasi Manusia yang berbasis di New York mencatat, setidaknya ada sebanyak 36 orang tewas akibat tindakan kekerasan di Iran. Hal itu terjadi imbas adanya protes keras dalam kematian wanita Kurdi Mahsa Amini.

Amini, 22 tahun, meninggal pada pekan lalu setelah penangkapannya oleh polisi moral republik Islam yang ditakuti karena diduga mengenakan hijab dengan cara yang “tidak pantas”, dan berita kematiannya memicu kemarahan yang meluas.

Korban tewas resmi naik menjadi setidaknya 17 orang pada hari Kamis, termasuk lima personel keamanan, tetapi Pusat Hak Asasi Manusia yang berbasis di New York di Iran mengatakan sumbernya menyebutkan angka itu jauh lebih tinggi.

“Pada hari ke-7 #IranProtest, para pejabat mengakui setidaknya 17 kematian dengan sumber independen mengatakan 36,” kata CHRI dalam sebuah posting Twitter Kamis malam dikutip AFP, Jumat (23/9/2022).

“Berharap jumlahnya meningkat. Para pemimpin dunia harus menekan pejabat Iran untuk mengizinkan protes tanpa kekuatan mematikan.”

Sejak Amini dinyatakan meninggal pada 16 September, tiga hari setelah dia ditangkap di Teheran oleh polisi moral Iran, protes telah menyebar ke sebagian besar pusat kota besar di Iran, termasuk ibu kota serta Isfahan, Mashhad, Rasht dan Saqez.

“Pemerintah telah menanggapi dengan peluru tajam, senjata pelet dan gas air mata, menurut video yang dibagikan di media sosial yang juga menunjukkan pengunjuk rasa berdarah deras,” kata CHRI dalam sebuah pernyataan. (CNBCIndonesia/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.