Rabu, 26 Februari 20

Prostitusi Anak di Bawah Umur Dijanjikan Gaji 6 Juta Per Bulan, Dapatnya Rp 60 Ribu

Prostitusi Anak di Bawah Umur Dijanjikan Gaji 6 Juta Per Bulan, Dapatnya Rp 60 Ribu
* Para tersangka prostitusi anak di bawah umur di Rawa Bebek. (Foto: Tagar)

Jakarta, Obsessionnews.com – Tersangka kasus eksploitasi seksual anak di bawah umur di kafe Khayangan, Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara, berinisial H, menyatakan salah satu alasan mengapa anak-anak di bawah umur mau dijadikan korban prostitusi anak karena mereka dijanjikan gaji tinggi, yakni 6 juta per bulan.

“Dia (tersangka H) menawarkan (pekerjaan) menjadi pramusaji dengan gaji Rp 5 juta sampai 6 juta per bulan. Bekerja sebagai pramusaji di pusat restoran, di tempat-tempat hiburan,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2020).

Pelaku pun rutin mencari anak di bawah umur untuk bekerja sebagai PSK melalui jejaring media sosial Facebook. Rata-rata umur mereka adalah 15-18 tahun. Mereka banyak berasal dari berbagai daerah di antaranya Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Polisi masih menyelidiki adanya kemungkinan prostitusi anak di kafe lainnya yang berada di sekitar kafe Khayangan. “Kita masih mengembangkan apakah ada kemungkinan kafe-kafe yang lain. Kita menyelidiki apakah ada kemungkinan (prostitusi) anak-anak di bawah umur di kafe-kafe tersebut,” ungkap Yusri.

Polisi mengungkap praktik perdagangan manusia atau eksploitasi seksual anak berusia sekitar 14 sampai 18 tahun di Kelurahan Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara. Polisi menangkap enam tersangka pada Senin (13/1/2020). Masing-masing berinisial R atau biasa dipanggil mami A, mami T, D alias F, TW, A, dan E.

Kemudian, polisi kembali menangkap dua tersangka berinisial AH dan H pada Sabtu (24/1/2020). Sehingga, total delapan tersangka yang ditangkap polisi terkait prostitusi anak itu.

Anak-anak di bawah umur itu dijual seharga Rp 750.000 hingga Rp 1.500.000 kepada tersangka yang dipanggil mami. Anak-anak tersebut akan mendapat bayaran Rp 150.000 setiap kali melayani seorang laki-laki hidung belang. Dari jumlah itu, senilai Rp 90.000 diserahkan kepada para tersangka yang biasa dipanggil “mami”.

Sisanya, senilai Rp 60.000 menjadi penghasilan para korban. Apabila tidak mencapai 10 pelanggan, mereka didenda Rp 50.000 per hari. Para korban akan mendapatkan uang mereka setiap dua bulan sekali.

Mereka tidak bisa keluar dari tempat penampungan yang telah disediakan. Selain itu, mereka dicegah untuk menstruasi menggunakan sebuah pil agar bisa melayani 10 pria dalam sehari. Mereka juga tidak diizinkan memegang ponsel sehingga tidak dapat berhubungan dengan orang-orang di luar tempat penampungan.

Saat ini, para tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Juncto Pasal 296 KUHP dan Pasal 506 KUHP. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.