Sabtu, 28 November 20

Proses Hukum JST Dinilai Berkepanjangan

Proses Hukum JST Dinilai Berkepanjangan
* Acara konferensi pers Tim Pembela Hukum Joko Soegiarto Tjandra di Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2020). (Foto: Kapoy/Obsessionnews)

Jakarta, Obsessionnews.com – Proses hukum kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali yang menyeret nama Joko Soegiarto Tjandra (JST) telah menarik perhatian publik. Pasalnya proses hukum JST ini dinilai berkepanjangan.

Hal ini dikarenakan proses hukum JST yang seharusnya sudah berakhir di 2001 dengan putusan Kasasi yang dimohonkan Jaksa telah diputus ditolak oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

“Yang berarti putusan pengadilan negerilah yang berlaku dimana putusan tersebut menolak tuntutan jaksa dan JST dinyatakan lepas dari segala tuntutan hukum atau Onslag Van Rechtverfolging. Dengan demikan seharusnya perkara JST telah ditutupi case closed,” ujar salah satu Tim Pembela Hukum JST, Andi Putra Kusuma dalam konferensi persnya di Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2020).

Akan tetapi apa yang terjadi di negara hukum ini, lanjut Andi, setelah 8 tahun kemudian Jaksa mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) Tanpa dasar hukum yang jelas.

“Tanpa kendaraaan yang jelas, menabrak tatanan Hukum Acara Pidana (KUHAP) dengan tidak mengindahkan hukum yang telah diatur,” jelasnya.

Menurutnya, hal itu melanggar aturan hukum Pasal 263 ayat (1) KUHAP. Lalu kemudian PK Jaksa dikabulkan oleh Mahkamah Agung (MA), padahal putusan kasasi MA jelas telah tolak kasasi Jaksa sebelumnya.

“Sehingga apa yang terjadi sekarang ini dengan mencuatnya kembali pemberitaan JST merupakan proses hukum yang berkepanjangan sampai kini,” ungkap Andi.

Dia menambahkan, masyarakat dapat melihat dengan jelas proses hukum yang berjalan ini.

“Untuk itu marilah kita memberikan ruang dan waktu kepada Pemohon PK yakni JST untuk mengembalikan hak-hak yang telah dirampas oleh kekuasaan hukum tanpa memperhatikan hak-hak JST yang semestinya, pada persidangan PK JST yang sedang digelar di PN Jaksel,” pungkas Andi. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.