Sabtu, 22 September 18

Ituk Herarindri Menciptakan Kenyamanan Pengguna Bandara

Ituk Herarindri Menciptakan Kenyamanan Pengguna Bandara
* Director of Airport Services & Facility PT Angkasa Pura II Ituk Herarindri

Dia adalah sosok wanita pemimpin yang bersungguh-sungguh menunaikan tugasnya dalam mengawal sektor pelayanan dan fasilitas 15 bandara di bawah naungan PT Angkasa Pura II. Ituk Herarindri terlibat dari detail yang terkecil, hingga mengambil keputusan yang bermuara pada kenyamanan masyarakat pengguna bandara.

 

Bandara salah satu pintu masuk dan keluar yang bersisian dengan jati diri suatu daerah maupun negara. Penilaian akan hal tersebut ditentukan dari berbagai rangkaian fungsi yang bekerja di dalamnya. Mulai dari sektor keamanan, kebersihan, ketepatan waktu, layanan, fasilitas, hiburan maupun pengembangan. Sumber daya manusia di balik itu semua berpengaruh terhadap pencapaian.

“Di sini ada PISAMIRIYA (Piket Sabtu Minggu & Hari Raya), sehingga mulai dari jabatan direktur utama sampai staf mendapatkan giliran piket kerja. Semuanya tanpa terkecuali, kami bahu–membahu membangun layanan terbaik untuk kepuasan pelanggan,” ungkap Ituk.

Dalam jajaran direksi PT AP II (Persero), sejak tahun 2015 dia ditunjuk untuk mengomandoi pelayanan dan fasilitas di 13 Bandara yang berada di Indonesia (Tahun 2018, saat ini AP II telah memanage 15 Bandara). Pengalaman Ituk di bidang pelayanan selama lebih dari dua dekade menempatkannya sebagai pemimpin di bidang pelayanan dan fasilitas bandara.

Kiprah cemerlangnya di sejumlah perusahaan swasta maupun BUMN membuat perempuan asal Surabaya ini diperhitungkan dalam barisan kaum Hawa yang meretas karya. Dari situlah, kami kemudian ingin mengenal lebih dekat dengan perempuan kelahiran 15 Agustus tersebut. Baru di pertengahan bulan Ramadan ini, kami berkesempatan mengikuti aktivitas harian ibu Sasti Pretita ini.

Tak ada protokoler antara Ituk dan timnya. Dengan akrab, dia kerap lebih dulu menyapa, berbincang, ataupun berdiskusi ketika berjumpa staf saat berkeliling di Terminal 3 Bandara Soekarno – Hatta. Walaupun demikian, pribadinya terbilang taat kepada aturan yang telah ditetapkan.

Contohnya, tetap disiplin untuk tidak memasuki ruang maupun area yang tidak diperkenankan untuk dilewati, sekalipun dapat diakses dengan otoritasnya. Ketika kami berjalan-jalan dan mengajaknya memasuki gerai toko untuk ‘memangkas’ waktu perjalanan. Dia mengajak untuk tetap berjalan di jalur resmi yang telah ditetapkan. “Kita tetap lewat yang lurus saja, hitung-hitung berolahraga,” tutur Ituk.

 

Utamakan Customer Experience dan Digitalisasi

Masyarakat Indonesia sudah lama menginginkan layanan maupun fasilitas bandara yang sama kualitasnya seperti di luar negeri. “Itulah sebabnya, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta sebagai pilot project dalam airport digital journey. Namun, kami tetap memberikan layanan yang sifatnya face to face, sehingga tetap ada komunikasi dua arah dengan pelanggan.”

Tahun 2018 ini program utama dari Direktorat Pelayanan adalah Airport Digital Journey Experience. Di setiap customer journey itu terdapat customer touch point yang menciptakan customer experience melalui implementasi fasilitas layanan yang bersifat digital (digitalisasi fasilitas).

Tujuannya untuk modernisasi layanan sehingga memudahkan dan mempercepat proses layanan, antara lain self check-inautogatesurvei check-in, survei toilet, smart baggage, antrian taksi, smart parking, dan lain-lain.

Ketika kita tiba di bandara menuju lobi, itu sudah termasuk journey. Saat memasuki security check sebanyak dua kali, itu bagian dari journey keamanan untuk penumpang. Pemeriksaan tersebut menandakan bahwa setiap penumpang sudah melalui pengecekan dan lokasi terjaga keamanannya.

Di dalam, kami siapkan pula customer service mobile dengan sepatu roda yang siap membantu. Tersedia pula self check-in supaya tidak terlalu lama antri. Apabila datang terlalu cepat ke bandara sembari menunggu penerbangan bisa menonton film favorit di area digital cinema. Digitalisasi merupakan syarat dari pelayanan global standard,” kata perempuan hobi bernyanyi ini.

Disinggung pembahasan persiapan di hari Raya, dia menuturkan semua pencapaian bermuara pada kepuasan pelanggan. Ituk pun berbagi sejumlah persiapan yang telah dirancang.

“Kami memiliki program Piket Siaga Angkutan Lebaran yang berlaku bagi jajaran direksi dan seluruh staf pada masa angkutan lebaran nanti. Ada pula posko lebaran untuk stakeholders bandara dan wartawan, penambahan mushola dan fasilitasnya, berbagi takjil, dan program customer happiness selama Ramadan.

Di seluruh bandara Angkasa Pura II diadakan hiburan nyanyian maupun tarian yang mengangkat seni budaya masingmasing. Diadakan pula pembagian hadiah lewat kuis menarik. Nanti juga akan diadakan pameran foto, lomba foto di media sosial, dan lain sebagainya. Kami ingin memperkaya pengalaman penumpang saat berada di bandara. Sebagai tuan rumah yang baik, kami bersinergi dengan seluruh stakeholder bandara untuk melayani tamu utama kami yaitu pelanggan.

Selain itu, dalam rangka menyambut Asian Games 2018, Bandara Soekarno-Hatta yang ditunjuk menjadi bandara utama, selain bandara di Palembang dan Bandung juga telah ‘bersolek’ dengan aneka maskot maupun interior bernuansa kegiatan Asian Games 2018,” tukas Ituk bersemangat. (Women’s Obsession/Foto: Fikar Azmy)

 

Untuk membaca artikel selengkapnya, dapatkan majalah Women’s Obsession edisi Juni 2018

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.